Month: October 2020

Parenting

Bolehkah Laki-laki Suka Warna Pink?

Hikmah wfh & sfh beberapa bulan ini membuat saya dan anak lanang lebih banyak berdiskusi. Ada saja yang jadi bahan obrolan. Dan kebanyakan yang dibahas tentang gadget atau spek PC yang sungguh sayapun klo urusan itu pasti bertanya sama pakarnya Lana Wijaya.

Imaginasinya lagi pengen jadi YouTuber. Mamak cukup mengiyakan saja. Mau jadi apapun, asal jangan pernah tinggalin sholat, ngaji, jaga hafalan, jaga adab, lanjoootkan.

Diantara banyak pertanyaan yang saya tidak paham, ada satu yang menarik dan tergelitik untuk saya tulis di sini. Si sulung bertanya: “emang ga boleh, ya, ma, klo cowok suka warna pink?”. Nah! Lo. Hampir kaget dong. Sebetulnya sudah beberapa hari ini yang dibicarakan tentang warna pink. Mulai dari mouse, sampai set pc gaming. Dia tunjukin ke saya. Lucu, ya, ma. Iya, saya bilang. Dan memang beneran cute. Terus habis itu saya masih bertanya padanya “masa aa mau pake warna pink?”. Tapi begitu saya ditanya balik “salah ya klo cowok suka warna pink?”. Saya jadi berpikir lain. Akhirnya saya jawab “tentu saja tidak”. “Tapi kenapa warna pink selalu dihubungkan dengan perempuan?” Kejarnya. “Karena stigma yang terbentuk di masyarakat seperti itu. Klo laki-laki pakai warna pink seringnya dibilang feminin dan kayak cewek”. “Oh iya juga, ya” katanya “Jadi boleh ma, aa set warna pink”. “Boleh” dengan yakin saya bilang.

Kece kan? Sumber: https://fantechmalaysia.com

Soal warna pink. Meski seorang perempuan, saya baru belakangan saja mulai berminat pada hal-hal yang berbau pink. Sebelumnya tidak sama sekali. Bagi saya, pink terlalu feminin, dan saya merasa bukan saya banget. Saya dulu suka sekali warna biru. Apalagi melihat biru langit dan laut (kode sih ini 😝). Sebelum akhirnya berlabuh ke warna coklat yang bagi saya terlihat lebih elegan dan bijaksana.

Stigma saya tentang laki-laki yang suka warna pink berakhir sejak anak laki-laki saya mulai meliriknya sebagai pilihan. Karena memang tidak ada yang salah dengan itu. Tentu saja boleh dan halal. Kesukaan terhadap warna tidak berhubungan dengan gender. Selama ini, secara tidak sadar kitalah sebagai orangtua dan masyarakat yang membentuk kecenderungan itu.

Lihat saja. Dimulai dari ketika bayi lahir, bayi perempuan akan dbelikan dan dikirimi banyak kado-kado berwarna pink, sementara bayi laki-laki berwarna biru. Dan itupun saya lakukan 🙈. . Padahal, pada abad ke-18 lalu, warna pink dikhususkan untuk laki-laki. Karena dianggap sebagai warna yang kalem, melambangkan semangat dan aktif, mewakili sifat maskulinitas seorang lelaki. Tetapi kemudian muncul lukisan karya Henry Huntington seorang Millioner asal Amerika yang berjudul “The Blue Boy” dan “Pinky”. Maka konon, sejak saat itulah warna pink berubah menjadi identik dengan perempuan. Dan jika ada cowok yang suka apalagi pakai sesuatu yang warna pink seringkali masih jadi sesuatu hal yang seolah olah tidak diterima khalayak.

Sumber: https://www.thehuntingtonstore.org

Sementara itu, sekarang sudah banyak beredar kemeja laki-laki atau dasi bahkan smartphone atau laptop yang warnanya pink dan keren. Stigma di masyarakat rupanya mulai bergeser lagi. Sudah banyak ditemui cowok-cowok yang pede menggunakan aksesoris-aksesoris dengan warna pink.

So, cowok suka warna pink? Why not? Kece kok dan terlihat cool 😉

Sumber: https://www.hipwee.com/

Share This:
Review

ROG Phone 3: Ponsel Super Power untuk Para Gamer

Air mukanya berubah. Bibirnya maju beberapa senti. Saya yang berada di hadapannya tentu saja terganggu, ditambah dengan racauan-racauan kesal yang keluar dari mulutnya. “Kenapa, sih, a?” Tanya saya ke si sulung. “Ini lo. Aa kan kalah jadinya. HP jelek, nge lag mulu, udah mana gerak-gerak sendiri ini layarnya”. Wajahnya berubah murung. Saya terdiam. Sudah sejak beberapa waktu lalu anak lanang minta dibelikan Ponsel Smartphone sendiri, bukan barengan dengan saya, Mamanya. Namun karena beberapa alasan, hingga saat ini urung terlaksana. Saya selalu bilang padanya, sabar, tunggu mama ada rejeki lebih.

Game Analyst Wannabe

Karena Smartphone nya sudah tidak lagi mumpuni dipakai main game, sekarang ia lebih sering menjadi pemerhati para gamer lewat Youtube. Seperti game analyst mungkin. Untuk lebih menyamankan mata, ia memilih pinjam laptop ASUS saya ketika mau nonton Youtube. Tak cuma Youtuber gaming yang ia tonton, tetapi juga segala rupa yang berkaitan dengan teknologi dan serba serbi gadget yang memang menjadi kesukaannya. Apapun terkait gadget, keluaran terbaru, launching dan spesifikasi produk, siswa kelas 7 itu khatam di luar kepala. Bahkan sweater hoody dan head set nya pun dipilih yang gaming banget. Dominasi warna hitam dengan sentuhan warna merah sebagai penegasnya.

Serba Hitam Merah

Ketika ROG Phone 3 mengadakan The Ultimate Blogger Competition, anak saya yang pertama kali mengetahui informasinya dan meminta saya untuk mengikutinya. Saya tantang dia untuk menuliskannya, tetapi dia menyerah. “Mama aja yang nulis, aa yang kasih tahu bagaimana kerennya ROG Phone 3” begitu katanya.

Smartphone yang Dibutuhkan Para Gamer

“Sebetulnya, HP seperti apa sih yang dicari para gamer, a?” Tanya saya. Diskusi sekaligus interogasi kadang diperlukan untuk bisa menjangkau pikiran ala generasi gen Z yang sudah melompat sangat jauh.  Meski tak bisa sampai melampaui, paling tidak bisa nyambung ketika sedang bertukar pikiran. “Yang pasti performanya harus oke, ma. Nggak ada tuh yang namanya nge lag apalagi loading. Terus udah gitu, ponselnya nggak cepat panas, layar touchscreennya lebar dan responsif, baterai tahan lama, memorinya gede jadi nggak perlu buang-buang aplikasi dulu kayak HP kita gini nih.” Jawabnya panjang lebar sambil menunjukkan HP jadul yang kelelahan dipaksa download game.

Ponsel dengan internal memori ala kadarnya

Saya manggut-manggut saja. Sejujurnya tidak terlalu paham juga soal gadget. Setiap mau membeli ponsel ataupun laptop, saya selalu minta saran adik saya terlebih dulu. Tapi sekarang, sepertinya anak baru gede itu sudah bisa menggantikan posisi oomnya untuk ngasih saran saya merk atau tipe apa gadget yang cocok dan pantas dibeli.

Demi mengimbangi pengetahuannya, saya berselancar mengupgrade informasi, mencari tahu Smartphone seperti apa sih yang dicari para gamer. Dari pencarian itu, saya menemukan setidaknya ada enam poin yang dibutuhkan sebuah Smartphone gaming.

Smartphone harus memiliki chipset yang kece

Chipset atau system-on-chip (SoC) merupakan isi kepala dari sebuah Smartphone. Chipset ini yang akan mengintegrasikan setiap komponen dan melakukan pengaturan, pemrograman serta pemrosesan terhadap setiap feature yang ada pada Smartphone sehingga terlihat kemampuan kinerjanya.

Random Acces Memory (RAM) Besar

RAM merupakan tempat penyimpanan bermacam aplikasi pada ponsel. Semakin besar RAM pada ponsel, maka kinerja ponsel tersebut akan semakin baik, karena lebih mudah dan lebih cepat pada saat pemrosesan perintah yang diberikan.

Memory Internal Besar

Poin penting berikutnya yang harus dipenuhi oleh ponsel gaming adalah memiliki memory internal yang besar untuk keperluan penyimpanan data dan aplikasi tanpa khawatir kurang ruang di saat akan mengunduh aplikasi game dengan file yang besar.

Sistem Operasi Smartphone

Sebuah ponsel gaming harus memiliki sistem operasi yang stabil.

Baterai dengan Kapasitas mAH Besar

Semakin besar kapasitas mAH yang ditawarkan sebuah ponsel, maka akan semakin baik daya tahan baterai tersebut. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi para gamer. Selain itu, baterai juga harus fast charging sehingga para gamer tidak akan terganggu pada saat bermai game.

Resolusi Layar yang Oke

Layar ponsel untuk gaming tentu saja menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan. Resolusi full HD dengan jenis layar super amoled menjadi pilihan yang baik.

ROG Phone 3

ROG Phone 3 yang Gaming Abis

“ROG Phone 3 itu HP kayak gimana, sih, a?”. Saya kembali bertanya pada si bujang. Tetiba ia terkekeh. “Bukan ‘ROG Phone’ mamaaa”, katanya. Oow! Melafalkannya saja ternyata saya salah pemirsa. “Terus apa dong?” kata saya. “Ar-O-Ji, maaa. Republic of  Gamers” . Lanjutnya lagi. Oalah, baiklah kalau begitu. Yeah! Begitulah, untuk pengalaman hidup, saya yang sudah lebih dulu lahir dibanding anak saya mungkin lebih banyak, tapi untuk urusan gadget dengan berbagai detil spesifikasinya, anak dengan usia 12 tahun bisa lebih jago dibanding mamanya.

Dari namanya saja, ROG, yang merupakan kependekan dari Republic of Gamers, sudah bisa diketahui, bahwa ROG Phone 3 mengkhususkan dirinya menjadi smartphone gaming. Maka tidaklah heran, dalam setiap serinya ROG Phone sudah menawarkan kemewahan dalam performanya. Setiap detail yang diusung sangat memanjakan para gamer Sultan. Tidak berlebihan jika taglinenya The Ultimate Winner. Karena yang diberikan dalam ROG Phone 3 adalah yang terbaik. Bagi para juara, ROG Phone 3 merupakan pilihan tepat.

Dengan sistem operasi smartphone Android yang memiliki kestabilan yang baik untuk sebuah ponsel gaming, ROG Phone 3 merupakan generasi terbaru dari smartphone gaming yang dilengkapi dengan chipset tercanggih bertenaga Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform. Sebagai informasi, di Indonesia ROG Phone 3 menjadi smartphone gaming pertama yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 865.

Jika diminta untuk menjelaskan seperti apa ROG Phone 3, ia akan sangat lancar bercerita. Baginya handphone seperti ini yang dicari. “Mama, kalau aa pakai ROG Phone 3, main game pasti akan lancar banget” ujarnya bersemangat. “Kenapa emang?” tanya saya. “Karena ROG Phone 3 sudah lengkap banget” .

Penasaran kan sehebat apa kualitas ROG Phone 3 ini?

Desain ROG Phone 3 yang Mewah

Powerful Snapdragon 865 Plus

Mengusung chipset terpopuler di dunia Snapdragon yang dikembangkan Qualcomm. ROG Phone 3 menggunakan Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform. Dengan kecanggihan SoC yang berada di dalamnya, ponsel ROG Phone 3 memiliki prosesor yang super ngebut dengan kecepatan hingga 3.1 GHz. Bye bye HP nge lag. Main game akan ngacir dan lancar tanpa khawatir ada jeda.

Stuninng 144Hz Display

Bermain game tentu berhubungan dengan pandangan dan penglihatan mata. Teknologi Super Amoled yang disematkan pada layar ROG Phone 3 memberikan sensasi immersive yang membuat decak kagum. Layar touchscreen dengan refresh rate 144Hz dan response time 1ms menjadikan ROG Phone 3 sangat responsif  sehingga para gamer tidak akan ketinggalan “savage” ketika bermain game.  Visual yang seolah nyata dengan fitur 10 bit HDR10+ akan sangat memanjakan mata karena detil warna lebih terlihat akurat seperti warna aslinya. Mata tidak akan cepat lelah karena dilengkapi Low Blue Light dan Flicker Reduced.

Monster 6000 MAh Battery

“Baterainya nggak habis-habis secara 6000 MAh. Nggak akan lagi buru-buru nge charge kayak ponsel kita yang ini karena baterainya udah ngedrop”. Begitu katanya. Ini dia nih yang membuat para gamer jatuh cinta dan tergila-gila pada ponsel ROG Phone 3, termasuk anak saya. Kapasitas baterainya 6000 MAh. Wow! Ini memungkinkan gamer bermain game seharian tanpa harus bolak-balik nambah daya. Jika baterai butuh tambah daya, sudah pula fast charging dengan tekonologi ROG 30W HyperCharging, jadi tak perlu nunggu lama hingga baterai kembali terisi.

Game Cool 3 & AeroActive Cooler 3

Masalah klasik yang dirasakan pada ponsel kebanyakan adalah ponsel dengan temparature yang meningkat ketika digunakan dalam waktu yang lama. Hal tersebut akan sangat mengganggu apalagi jika sedang bermain game. Over heated sebuah ponsel akan mengakibatkan performa ponsel menurun dan memberikan ketidaknyamanan bagi penggunanya.

Namun untuk ponsel sekelas ROG Phone 3, temperature panas pada saat ponsel digunakan tidak akan ditemukan, karena ia sudah disenjatai dengan sistem pendingin sekelas GameCool 3 dan 3D Vapor Chamber bergaya baru. Jika masih kurang, bisa ditambah aksesoris pendingin aktif yang bernama AeroActive Cooler 3.

Built for Gamers

Melihat model dan tampilan ROG Phone 3 yang sudah gaming banget. Semua mata akan tertuju pada setiap detail yang disuguhkan. Mulai dari bentuk yang lebih ergonomis sehingga lebih nyaman ketika dipegang hingga adanya fitur AirTrigger 3 dengan adanya tambahan gesture untuk memudahkan para gamer mengontrol penuh game yang sedang dimainkan. Terdapat juga Motion Sensor yang bisa digunakan gamer untuk menggerakkan ponsel ke depan dan belakang. Ditambah dengan ukuran ponsel dan desain yang sangat mewah.

Selain body ponsel dan semua fitur pendukungnya, ROG Phone 3 juga memiliki audio yang memberikan efek keseruan pada permainan game. Bass yang dihadirkan lebih nendang dengan dual speaker menghadap ke depan. Didukung Dirac serta fitur Game Mode, gamer dimungkinkan untuk bisa melacak keberadaan musuh hanya dari mendengar arah datangnya suara.

The most immersive gaming experience

Dari berbagai keunggulan istimewa yang ada pada ROG Phone 3, membuat para gamer lebih percaya diri ketika memegang dan menggunakannya.

Sudah sepantasnya ROG Phone 3 dinobatkan sebagai ponsel ultimate gaming jawara di kelasnya dan menjadi ponsel kekinian yang paling mumpuni dengan body yang aduhai dan tak bosan buat dipandang.

Para gamer akan disuguhi pengalaman bermain game yang luar biasa. Tingkat kecerahan terhadap warna dan mulusnya pergerakan pada layar yang nyaris tanpa cela, belum lagi dengan adanya audio yang memanjakan telinga, membuat ROG Phone 3 menjadi satu-satunya ponsel gaming yang akan memberikan The most immersive gaming experience bagi para gamer.

Tidak salah jika ROG Phone 3 ini menjadi impian banyak gamer atau siapa saja yang menginginkan ponsel super power yang bisa digunakan bermain game maupun otak atik multimedia seperti fotografi maupun videografi. Dengan tripel kamera bersensor Sony IMX686, memiliki lensa utama dengan resolusi 64 Mega Pixel (MP), yang dilengkapi dengan lensa ultra lebar 13 MP dan sensor makro 5 MP. Kondisi ini bisa menghasilkan gambar makro dengan kualitas setara DLSR ataupun kamera mirrorless.

Kegantengan ROG Phone 3 yang belum ada tandingannya ini sudah menjadi incaran si ganteng kesayangan juga. Man Jadda Wajadda. Selalu ada jalan jika kita berusaha. Semoga keberuntungan selalu bersamanya. Aamiin.

Informasi Harga

Di Indonesia ROG Phone 3 hadir dalam dua varian, dibedakan dari besar penyimpanan,  yaitu yang menggunakan penyimpanan 128GB dan RAM 8GB, serta penyimpanan 256GB dan RAM 12GB. Keduanya dibanderol dengan harga Rp9.999.000 (128/8) dan Rp14.999.000 (256/12).

Tersedia promo menarik untuk setiap pembelian ROG Phone 3 di channel berikut ini:

Offline Retail

Erafone                                             : http://bit.ly/Erafone-Location

Urban Republic                                   : http://bit.ly/UrbanRepublic-Location

ROG Store & ASUS Exclusive Store                         : http://bit.ly/ROGStore-Location

Onilne (E-Commerce)

Eraspace           : http://bit.ly/ROGPhone3-Eraspace

Tokopedia       : http://bit.ly/ROGPhone3-Tokopedia

BliBli                   : http://bit.ly/ROGPhone3-BliBli

JD.ID                    : http://bit.ly/ROGPhone3-JDID

Shopee               : http://bit.ly/ROGPhone3-Shopee

Spesifikasi Produk

ROG Phone 3
Processor3.1 GHz Qualcomm® Snapdragon™ 865 Plus 5G Mobile Platform with 7nm, 64-bit Octa-core Processor
GPUQualcomm® Adreno™ 650
UIAndroid™ 10 with ROG UI
Display6.59” 19.5:9 2340×1080 (391ppi) 144Hz/1ms AMOLED HDR10+ certified; 270Hz touch sampling rate, 25ms touch latency; 650nits HBM brightness & 1000 nits peak brightness, 113% DCI-P3 Delta E average <1%; 1.07 billion colors; 1,000,000:1 contrast ratio; Front 2.5D Corning® Gorilla® 6 Glass; TÜV Low Blue Light (Hardware Solution) and Flicker Reduced certifications for eye comfort; Capacitive touch panel with 10 points multi-touch (supports Glove touch)
Memory/StorageLPDDR5/UFS3.1 8GB/128GB 12GB/256GB
SD storageno SD-card reader; NTFS support for external HDD
SensorAccelerator, E-Compass, Proximity, Hall sensor*2, Ambient light sensor, in-display fingerprint sensor, Gyro, Ultrasonic sensors for AirTrigger 3 and grip press
Main Rear Camera64MP SONY IMX686 sensor, 0.8 µm pixel size – Quad Bayer technology with 16MP, 1.6 µm large effective pixel size, F1.8, 1/1.7” sensor, 2×1 OCL PDAF, LED flash
Second Rear Camera13MP, 125˚  ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction, 11mm equivalent focal length in 35mm film camera
Third Rear Camera5MP Macro, F2.0
Front Camera24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0, 27mm equivalent focal length in 35mm film camera
Video Recording8K (7680 by 4320) @ 30 fps (main rear camera) 4K (3840 by 2160) @ 30/60 fps (main rear camera), @ 30 fps (second rear camera) 1080p @ 30/60 fps; 720p @ 30 fps 3-axis electronic image stabilization for rear cameras Time Lapse (4K) Slow Motion video (4K @ 120 fps; 1080p @ 240/120 fps; 720p @ 480 fps) Take still photo while recording video
SpeakerDual front-facing speakers with GameFX & Dirac HD Sound 7-magnet stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio OutputHi-Res audio 192kHz/24-bit standard (USB-C™ output) that is 4 times better than CD quality GameFX audio system for improved in-game audio experience New AudioWizard with multiple listening profiles tuned by Dirac
MicrophoneQuad microphones with ASUS Noise Reduction Technology
Wireless TechnologyWLAN 802.11a/b/g/n/ac/ax 2.4 & 5GHz and Wi-Fi 6 2×2 MIMO, Bluetooth 5.1 Wi-Fi Direct support
NavigationGNSS support GPS(L1/L5), Glonass(L1), Galileo(E1/E5a), BeiDou(B1/B2a), QZSS(L1/L5) and NavIC(L5)
SIM CardsDual SIM dual standby Slot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card 5G+4G or 4G dual SIM dual standby support
Data rate  Support EN-DC(6DL+FR1, 4DL+2FR1) FR1: DL up to 4.4Gbps / UL 542Mbps LTE 6CA DL Cat20 up to 2.0Gbps / UL Cat13 up to 150Mbps DC-HSPA+: DL 42Mbps / UL 5.76Mbps 4×4 MIMO and CA with 4×4 MIMO support
Bands  5G (Bands N1, N2, N3, N5, N28, N41, N66, N71, N77, N78, N79)
FDD-LTE (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 66, 71)
TD-LTE (Bands 34, 38, 39, 40, 41, 42, 48)
WCDMA (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 19)
EDGE/GPRS/GSM (850, 900, 1800, 1900MHz)
CDMA (Bands BC0) (CN and HK only)
TD-SCDMA (Bands 34, 38) (CN and HK only)
InterfaceSide-port: 48 pin Customized/Type C connector USB3.1 gen2/DP 1.4(4K)/Fast Charging (QC3.0+QC4.0/PD3.0) / Direct Charge Bottom-port: Type C connector USB2.0/Fast Charging (QC3.0/PD3.0)/Direct Charge
NFCSupport (Card mode support in power off)
OSAndroid™ 10
Battery6.000mAh
ChargerOutput: 10V 3A, supports up to 30W QC4.0 / PD3.0 / Direct Charge adapter
Dimensions171mm, 78mm, 9.85mm
Weight240 grams
PriceRp9.999.000 (8GB RAM & 128GB Storage) Rp14.999.000 (12Gb RAM & 256GB Storage)
Share This:
Diary

Berjalan Kaki di Terik Jakarta? Siapa takut!

Ada kalanya, sering bahkan, apa yang terjadi di luar harapan kita, biasanya mendadak dan tidak direncanakan. Jika dalam posisi itu, kita tentu saja tidak bisa lari, tak bisa menghindar, dan harus tetap dihadapi serta dijalani.

Sejak hp hilang beberapa waktu lalu, saya memakai hp lama yang kondisinya harus “disayang” banget. Anak saya selalu mengingatkan “Mama, nge charge hp ini jangan dibawah 60%, klo ga, ga bakalan bisa nyala”. Saya sudah menjalankan protokol itu, setiap sudah 60% atau 70%, saya charge dan aman. Tadi juga sama, begitu 60% langsung saya charge.

Pagi tadi, jadwal saya sosialisasi di salah satu RW di Pondok Labu yang berada di kawasan TNI AL. Sampai sana, hp masih terkendali meski sudah nyantol ke power bank. Harapannya setelah berdiskusi dan tim bergerak, hp sudah terisi penuh dan saya bisa kembali ke kantor di Antasari dengan aman dan cepat menggunakan ojol. Ndilalah, setelah kegiatan usai, daya hp bukannya nambah malah melorot turun dan turun. Saya coba nyalakan, bisa hidup, tapi begitu buka aplikasi, hp nya kedip-kedip dan blip, mati. Mulai panik. Tapi berusaha sejaim mungkin sambil berpikir keras, secara ga ada angkutan umum lewat dan jalan keluar komplek lumayan panjang. Untungnya salah satu tim bergerak ke RW lain. Sementara, kondisi oke, saya bisa ikut sampai jalan raya. Saya buying time dengan makan soto dulu -kebetulan juga belum sarapan-. Perut kenyang, lumayan otak bisa diajak berpikir lagi. Sebelum nyalakan hp, saya masuk mini market beli sesuatu biar ga terlalu malu numpang duduk di terasnya. Bismillah, hp saya coba nyalakan. Baru 17%. Begitu buka aplikasi ojol, lagi-lagi blip, mati. Haduh! Sebelum kebingungan merajai, saya melihat bus Transjakarta jurusan Pondok Labu – Lebak Bulus berhenti tepat depan mini market. Tanpa berpikir lagi, saya langsung naik dan duduk manis. Hp saya simpan di tas, semoga sampai perempatan Fatmawati sudah cukup terisi baterainya. Saya turun di pinggir jalan Fatmawati tepat di bawah tanda “Bus stop Transjakarta”. Untuk kesekian kalinya saya coba lagi nyalakan hp. Tetap tak bekerja. Saat itu, pilihannya cuma dua, nunggu tanpa berkegiatan hingga baterai terisi setidaknya 50% dan itu butuh waktu sekitar satu jam, atau jalan kaki sampai kantor, waktu yang dibutuhkan tidak banyak, dan hp bisa segera dicharge ke listrik langsung tanpa harus menggunakan power bank.

Menimbang efisiensi waktu, saya pilih opsi ke-2. Sebetulnya berjalan kaki menjadi kegiatan yang sangat lumrah dilakukan. Di luar negeri apalagi, setiap pagi, akan lebih banyak dijumpai orang-orang pejalan kaki dibanding macetnya jalan raya karena kendaraan. Tapi di Jakarta, dengan udara yang luar biasa dan polusi dimana-mana, jalan kaki tidak selalu bisa jadi pilihan kecuali kepepet, seperti saya tadi.

Bersyukur semesta mendukung, dengan mendung yang memayungi, saya bisa berjalan kaki dengan sangat nyaman. Saya menikmati setiap langkah yang diayun. Seketika saya membayangkan ketika suatu saat berjalan dari Hotel Renaissance 999 9th St NW, Washington, DC 20001 menuju American Red Cross 430 17th St NW, Washington, DC 20006 yang jaraknya lebih dari 1,5 km setiap pagi dan sore hari. Di sana, trotoar yang luas sangat memanjakan para pejalan kaki tanpa harus mendengar deru kendaraan dan bunyi klakson yang bersahutan. Sepanjang jalan dapat melihat gedung-gedung kontemporer yang megah. Melewati National Mall, mata tak bosan disuguhi bangunan-bangunan dengan arsitektur yang menawan, seperti White House, Washington Monument, dan United States Capitol dengan udara yang segar, dingin-dingin sejuk.

Jalanan lengang di pagi hari

Hmmm, ya. Di jalur yang saya jejaki inipun, di Jakarta, Ibukota negara tercinta, trotoar sudah dibuat dengan lebar dan ramah untuk pejalan kaki. Sayang saya tidak bisa mendokumentasikan melalui gambar, karena hp nya mati. Saya bisa mencermati sekeliling jalur Perempatan Fatmawati – Antasari. Gedung-gedung mentereng nan modern juga terpampang nyata di kanan kiri jalan. Di sebelah kiri, saya melewati beberapa gedung menjulang. Setelah lewat lampu merah Fatmawati, terlihat Bank Capital yang berada di pojok jalan, setelahnya melewati Halte Fatmawati, sebelahnya lagi ada gedung D’Brasco, The CEO Building, juga gedung Graha Sapta Indra. Berjalan menjauh ketemu Cilandak Town Square (Citos) yang sepanjang trotaoarnya akan mudah ditemukan penjual kopi keliling, beberapa driver ojol dan taksi telihat sedang beristirahat sembari menunggu notifikasi orderan. Ibis Style berdiri megah tepat di sebelah Citos, setelahnya telihat tower Midtown Residence yang berdampingan dengan Talavera Office Park.

Di seberang jalan menjulang gedung JGC, terlihat juga CIBIS park. Sambil mengayunkan langkah saya bisa memandangi kendaraan yang lalu lalang, dari mulai taksi, ojol, busway, angkot, mobil dengan berbagai brand, mulai dari brand sejuta umat hingga mobil keluaran baru yang high end. Semakin bergerak, tak terasa saya mulai berbelok ke arah Jl. Antasari, menyusuri trotoar yang melingkari gedung Alamanda. Di kejauhan terlihat bersahaja gedung 165 tower, Ratu Prabu 2 dan juga gedung Elnusa. Yeay! Itu artinya, kantor saya sudah berjarak sekitar 200 meter lagi di depan, di tanjakan sebelum jembatan penyeberangan orang (jpo) sana. Gerimis mulai menggoda, tetapi tak lama. Baru saja mengeluarkan payung, ia mereda. Tepat 20 menit, sayapun sampai kantor dengan selamat. Bisa menaklukan jarak lebih dari satu kilo jalanan Jakarta. Selamat badan, selamat uang. Bisa hemat 15ribu. Alhamdulillah. Percayalah! Selalu ada blessing in disguised dalam setiap kejadian yang tidak kita inginkan.

Jika diingat ingat, ini adalah jalan kaki terjauh saya selama di Jakarta. Sebelumnya hanya berjarak Balai Kota – Stasiun Gondangdia, atau dari Jl. Bhineka Raya – Jl. Biru Laut. Tapi klo urusan jalan, memang selalu menyenangkan. Perjalanan paling berkesan terjadi belasan tahun yang lalu saat saya hiking dari Dago Pakar hingga Maribaya bersama teman sekos. Itu asli, seru pakai banget. Klo diajak lari saya menyerah -apalagi klo lari dari kenyatan-. Tapi klo diajak jalan apalagi jalan-jalan, siapa takut! Yuk! Ah! Kita come on!

Berjalanlah terus ke depan hingga sampai ke tujuan
Share This:
Writing

SINERGI POLA DERMA DI MASA PANDEMI

Abdurrahman bin Auf  sangat sedih mendengar kabar bahwa Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa dirinya bila masuk surga menjadi orang yang terakhir karena hisab atas kekayaannya yang luar biasa. Segala cara dilakukan agar dirinya jatuh miskin. Termasuk melakukan transaksi yang dianggap gila, yakni membeli kurma busuk yang mustahil bisa laku terjual. Kemiskinan nyatanya justru menjauh dari kehidupan Abdurrahman bin Auf, alih-alih bangkrut, beliau malah makin kaya raya karena pemerintah negeri Yaman justru membeli kurma busuk yang mengalami fermentasi alamiah dengan harga berlipat dari harga kurma segar sebagai bahan ramuan obat-obatan di tengah endemi yang melanda negeri itu.

Terlepas dari keshahihan perawi cerita di atas, namun seingkali dijadikan narasi untuk memotivasi orang bahwa tindakan berderma tidak akan membuat orang jatuh dalam kemiskinan. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 Allah SWT memberikan jaminan bahwa, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.”

Tradisi untuk menyumbang sebagai bentuk kedermawanan sosial atas kehidupan orang lain yang membutuhkan sejak lama di kenal di Indonesia. Di Jawa Barat dikenal “Beas Perelek” atau Beras Jimpitan di Jawa Timur . Keduanya merupakan budaya berbagi beras yang bertujuan untuk mengantasipasi adanya krisis pangan di masyarakat. Praktek berbagi yang kini mulai menghilang tersebut sebetulnya sangat relevan dengan kondisi pandemi yang meluluh lantakkan hampir semua sektor yang berdampak pada menurunnya pendapatan, membuat sebagian warga masyarakat kesulitan untuk memperoleh kebutuhan pangan, berbagi beras tersebut menjadi salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan semangat berbagi di era baru.

Di komplek saya misalnya, sejak adanya kasus positif Covid-19 terkonfirmasi, beas perelek mulai digalakkan kembali. Setiap hari Sabtu, penjaga masjid atau Marbot akan berkeliling ke rumah warga untuk mengambil beras sekaligus kotak sumbangan uang (kencleng) yang sebelumnya sudah dibagikan. Sesuatu yang sederhana ini menjadi sangat berguna ketika sudah terkumpul. Hasilnya, selain untuk keperluan warga, juga bisa disalurkan untuk kebutuhan warga sekitar. Keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri sudah tidak perlu lagi khawatir akan ketersediaan pangan atau kebutuhan lainnya. Pihak RT beserta satgas dan warga komplek bahu membahu untuk senantiasa memenuhi kebutuhan keluarga yang sedang karantina. Semangat berbagi di era baru seperti saat ini sangat dibutuhkan, apalagi bagi keluarga yang positif. Bantuan kita menjadi dukungan yang dapat memulihkan, baik fisik maupun mental. Beas perelek ini merupakan simbol gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan menggalakannya berarti merawat tradisi.

3 Konsep Berderma

Dalam Agama Islam dikenal adanya 3 konsep tentang berderma yakni Zakat, Infaq dan Shodaqah. Pembeda ketiganya terletak pada ketentuan dan kewajiban untuk mengeluarkan. Jika shadaqah dan infaq tidak ditentukan secara pasti berapa jumlah yang harus dikeluarkan, zakat dibatasi oleh peraturan-peraturan pada saat kita akan mengeluarkannya. Seperti halnya rukun Islam lainnya, zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh semua muslim juga ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Penerima zakat yang disebut dengan Mustahiq pun sudah ditentukan kategori penerimanya dalam delapan golongan (asnaf). Zakat terdiri dari dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan dan didistribusikan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri, sedangkan zakat maal dilakukan satu tahun satu kali terhadap harta yang dimiliki setelah mencapai nisab. Pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian zakat haruslah mendasarkan pada prinsip prioritas dengan memperhatikan asas pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

Sumber: Outlook Zakat Indonesia 2020 – Puskas BAZNAS

Zakat sejatinya merupakan instrumen ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan. Dalam zakat terkandung  mekanisme transfer redistribusi pendapatan dari kalangan pembayar zakat kepada fakir miskin. Tidak berlebihan bila zakat merupakan solusi mengatasi kemiskinan mengingat potensi sumberdaya/resources penerimaan zakat sedemikian besar bila melihat jumlah umat islam. Di Indonesia saja, berdasarkan kajian Indeks Pemetaan Potensi Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional tidak kurang dari  233 Triliun rupiah atau mencapai 3 persen dari pendapatan domestik brutto (PDB) Indonesia. Namun pengumpulan zakat baru mencapai 8,2 Triliun rupiah atau sebanding 3.4 persen dari potensi pengumpulan zakat secara nasional. Potensi yang fantastis tersebut tentu sangat powerfull untuk mengurai problem kemiskinan di Indonesia yang saat ini diperkirakan memiliki 26,42 juta orang penduduk yang masuk kategori miskin berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik.

Berdasarkan Undang-Undang No.23 tahun 2011, Badan Amil Zakat Nasional (BASNAZ) merupakan lembaga yang diberi wewenang untuk melakukan pengelolaan zakat di tingkat nasional yang memiliki cabang hingga di tingkat kabupaten di seluruh Indonesia. Operasiol BAZNAS melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Hak Amil. Sedangkan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Hak Amil, serta juga dapat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Adapun masyarakat dimungkinkan mendirikan lembaga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Pembentukan LAZ wajib mendapat izin Menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri. LAZ wajib melaporkan secara berkala kepada BAZNAS atas pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang telah diaudit syariat dan keuangan seperti halnya yang dilakukan oleh Yayasan Ukhuwah Care Indonesia yang selanjutnya disebut dengan LAZ UCare Indonesia, didirikan dengan akta Notaris No. 01 pada tanggal 03 Oktober 2017. Izin operasional sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat Kota Bekasi No. 1312 Tahun 2018 dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat diperoleh pada tanggal 30 Agustus 2018. Adapun fokus kegiatannya adalah mengelola dana zakat, infaq, shodaqoh dan dana sosial lainnya, termasuk dana tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility)

Sumber: Outlook Zakat Indonesia 2020 – Puskas BAZNAS

Keberadaan organisasi yang melakukan fungsi pengumpul zakat di satu sisi menjadi pelengkap atas keterbatasan lembaga negara yang bisa menjangkau hingga pelosok di tanah air, namun di pihak lain memungkinkan adanya persaingan strategi penggalangan zakat. Bahkan beberapa organisasi memiliki sumber daya manusia dan keuangan yang melintasi wilayah geografis tempat lembaga pengumpul zakat lainnya. Pada titik tersebut perlu perangkat aturan agar masing-masing lembaga pengumpul zakat tidak saling berkompetisi.  Sinergi antar lembaga menjadi krusial agar potensi pola derma yang ada di masyarakat dapat dioptimalkan.

LAZ sebagai organisasi yang bertunas di komunitas perlu memiliki integrasi data penerima manfaaat bersama BASNAZ agar dapat melakukan fungsi pengelolaan, terutama distribusi menjadi lebih sistematis dan efektif. Antar lembaga perlu membuat inovasi pengelolaan zakat tidak semata-mata bersifat karitatif namun juga membuat manfaat zakat menjadi instrumen yang mendorong aspek produktif.

Sumber: Facebook LAZ UCare

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog LAZ UCare Indonesia 2020.

Share This:
My Work

Mengelola Tim dengan Hati, Mengoptimalkan Peluang Blog dengan Percaya Diri, Didukung IM3 Preuneur yang Sangat Mengerti Para Entrepreneur Sejati

Belakangan, saya sudah jarang sekali bekerja secara mandiri. Sekarang saya lebih sering bekerjasama dengan tim. Yang fenomenal, ketika saya mengerjakan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) beberapa waktu lalu. Pernah mendengarnya? Betul sekali. PTSL merupakan sebuah program strategis pemerintah melalui kementrian ATR/BPN untuk masyarakat mendapatkan kepastian hukum (sertifikat hak) atas kepemilikan tanah. Program ini ditargetkan selesai pada tahun 2025 di seluruh Indonesia. Jika teman-teman pernah melihat Bapak Presiden membagi-bagikan sertifikat secara masal di daerah, itu adalah hasil kerja PTSL yang pada pelaksanaannya melibatkan banyak orang.

Saya di Depan Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan

Pengelolaan Tim

Perusahaan yang ingin mengikuti proyek PTSL setidaknya harus memiliki tim inti paling tidak sepuluh orang per satu paket sepuluh ribu bidang. Ditambah dengan beberapa orang lokal yang biasanya diambil dari desa setempat. Kemarin, saya harus menemukan personil sebanyak dua kali lipat karena mendapatkan pekerjaan dua paket. Tak kurang dari dua puluh orang personil yang kami butuhkan untuk efektivitas pekerjaan. Mengumpulkan orang sebanyak itu bukanlah hal yang mudah, karena yang diperlukan adalah tim yang memiliki kompetensi dan berpengalaman di bidangnya. Pencarian, tahap seleksi, hingga memutuskan siapa saja yang layak menjadi pekerjaan rumah yang cukup rumit.

Komposisi Jumlah Personil untuk Satu Paket PTSL

Sebagai langkah awal penjaringan, saya memanfaatkan laman Facebook.  Mulai dengan membuat fan page hingga membuat postingan lowongan di feed dan berbagai grup yang berkaitan dengan persyaratan personil yang dibutuhkan. Hasilnya cukup efektif, dalam waktu beberapa hari saja, puluhan lamaran tercatat masuk ke email. Berikutnya, seleksi dilanjutkan melalui WhatsApp dan telepon. Sebelum akhirnya dilakukan tatap muka untuk menindaklanjuti pekerjaaan.

Urusan dengan tim ini sangat ketat. Setelah perusahaan masuk nominasi pemenang, seluruh personil wajib dihadirkan sebagai pembuktian bahwa semuanya adalah orang yang nyata dengan segala dokumen asli yang menyertainya. Satu saja tidak bisa hadir, tak ada ampun, langsung gugur. Untuk memastikan semua personil hadir tepat pada waktu yang sudah ditentukan, saya harus melakukan kontak melalui telepon dan whatsapp secara marathon. Hal ini dilakukan berulang hingga benar-benar yakin teman-teman memegang komitmennya. Lagi-lagi diperlukan usaha lebih karena domisili personil tersebar dari Jabodetabek, Bandung, Cilacap hingga Semarang.

Proses Verifikasi Tim

Dalam prosesnya, komitmen memegang peran penting untuk menjaga tim tetap kompak dan solid. Karena sebagus apapun tim leader jika tidak dapat diimplementasikan oleh tim di lapangan, hasilnya akan nihil.

Setiap individu yang berada dalam sebuah tim memiliki kemampuan sesuai dengan porsinya. Masing-masing punya kapasitas dalam menyelesaikan tugasnya. Sebuah tim terbentuk dari beragam latar belakang dan pengalaman. Ada yang cepat tanggap, ada yang pendiam, ada pula yang periang. Namun kekhasan ini menjadi salah satu hal yang dapat memberikan kesuksesan kerja tim. Karena dengan perbedaan itu tim menjadi dinamis, akan selalu terjadi diskusi dua arah yang bisa memperbaiki kinerja tim.

Bersama dengan Sebagian Tim

Dilansir dari www.deakinco.com, keberhasilan sebuah kerja tim juga ditentukan oleh lima faktor berikut:

5 Faktor Keberhasilan Tim Work

Komunikasi

Komunikasi menjadi faktor utama dalam tim. Setiap langkah atau setiap perbedaan pandangan akan suatu metode kerja, harus selalu dibicarakan agar tidak jalan sendiri-sendiri. Dalam sebuah tim selalu ada satu komando yang arahannya berlaku bagi semua anggota tim. Jika ada perbedaan, maka berbicara adalah solusi.

Delegasi

Seorang pemimpin yang baik, entah apapun itu namanya, bisa tim leader, koordinator, supervisor dan lain sebagainya, harus jeli melihat secara keseluruhan anggota tim dalam memberikan mandat agar tugas yang dibebankan sesuai dengan kemampuannya, sehingga tidak terjadi kesalahan penempatan orang atau the wrong man in the wrong place.

Efisiensi

Dengan jumlah anggota tim yang banyak, harus bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat dari tenggat akhir sehingga akan lebih efisien.

Ide

Dengan tim dimungkinkan untuk menggali sesuatu yang baru tentang efektivitas pekerjaan dan ini akan menjadi langkah percepatan dalam penyelesaian pekerjaan.

Dukungan

Dalam tim hendaknya tidak ada yang merasa paling pintar atau hebat, karena satu sama lain harus saling melengkapi dan memberi dukungan demi pencapaian target.

Teknologi Komunikasi

Secara garis besar, tim PTSL saya bagi menjadi dua, yaitu tim lapangan dan tim studio. Keduanya  sama-sama membutuhkan akses internet dengan jaringan kuat. Jika sinyal tidak bersahabat, data koordinat yang terekam di lapangan bisa tidak akurat, sementara untuk tim studio, internet dibutuhkan untuk upload hasil pengolahan data ke aplikasi juga berkoordinasi dengan pihak stake holder.

Tim Kerja Studio
Tim Kerja Lapangan

Karena pekerjaan PTSL ini merupakan pekerjaan partisipatif yang bekerjasama dengan pemerintah desa dan warga, maka kami diharuskan tinggal di desa selama hampir enam bulan. Salah satu kendala ketika tinggal di desa tentu saja masalah persinyalan dan koneksi internet. Provider jaringan internet kabel ataupun fiber belum masuk, pilihannya harus menggunakan internet satelit yang biaya pasangnya di atas satu juta rupiah karena harus memasang tower sendiri atau memanfaatkan modem. Demi efisiensi, kami memilih menggunakan modem dengan harapan bisa dipakai oleh semua orang yang ada di basecamp. Tapi ternyata saya salah. Membeli kuota sebesar 25 Giga Byte (GB) dengan harga 100 ribu hanya bertahan paling lama selama satu minggu. Jika dihitung harga per bulan, mencapai 400 ribu sebesar 100 GB. Ini baru internet yang digunakan tim studio untuk satu dua orang saja, belum lagi internet untuk tim lapangan. Terus terang kami sedikit kerepotan masalah koneksi ini, karena hampir semua tahapan pekerjaan membutuhkan akses internet. Tim perlu akses 24 jam agar data bisa terlaporkan. Baik jaringan telepon maupun internet harus paripurna layanannya.

Pemakaian Kuota Dalam Satu Bulan

Tidak bisa dipungkiri lagi, internet sudah menjadi kebutuhan dasar pada jaman sekarang ini. Dari mulai bekerja, berjualan, hingga sekolah sudah dilakukan secara online. Belum lagi kebutuhan bermedia sosial, nonton video, belanja online, browsing, dan lain sebagainya. Memiliki kuota data  sudah seperti kebutuhan pokok saja. Tahun 2018, hasil laporan penelitian Ericsson Mobility Review, rata-rata pemakaian kuota per bulan di Indonesia sudah mencapai 5 GB. Jika kita hitung tahun 2020, dengan semakin banyaknya kebutuhan online, bukan tidak mungkin satu bulan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan Giga Byte. Dalam masa pandemik apalagi, saat sekolah dan universitas melakukan pembelajaran jarak jauh, 1 siswa bisa menghabiskan 1 GB per hari.

Pengeluaran bulanan tentu saja bertambah dengan kebutuhan internet ini. Namun demikian, dalam keadaan apapun kita sedapat mungkin mempraktikan prinsip ekonomi dimana pengeluaran seminimal mungkin tetapi bisa mendapatkan keuntungan sebesar besarnya. Jika ada yang terjangkau, ngapain harus bayar mahal? Begitu kira-kira. Kita akan mencari provider yang bisa mengakomodir kebutuhan internet dengan kuota yang besar dan juga bisa digunakan untuk kolaborasi tim dengan harga yang affordable.

IM3 Ooredoo Preneur

Indosat Ooredoo sebagai salah satu operator selular terbaik di Indonesia, senantiasa memberikan layanan yang selalu mengagumkan. Berkomitmen terhadap kemajuan dunia digital Indonesia ke arah yang lebih baik, Indosat dengan IM3 Ooredoo nya menawarkan internetan cepat di jaringan data kuat.

IM3 Ooredoo memiliki tujuh keunggulan yang bisa dimanfaatkan pelanggannya sebagai berikut:

  1. Setiap orang bisa online dengan akses cepat
  2. Bisa internetan 24 jam
  3. Memiliki feature pulsa safe yang membuat pulsa tidak terpotong sehingga internetan tetap aman dan asyik
  4. Sisa kuota tidak hangus meskipun masa aktif sudah habis
  5. Terdapat pilihan pasca bayar dengan biaya tetap setiap bulannya
  6. Bisa menggunakan aplikasi MyIM3, yang akan memudahkan pengguna mendapatkan informasi tentang cek pulsa, isi pulsa, kontrol data, dan lain lain
  7. Internet makin kuat di lebih dari 3.500 kecamatan di seluruh Indonesia dan akan terus diperluas

Penawaran terbaru dari IM3 Ooredoo adalah IM3 Preneur yang merupakan Small Medium Enterprise (SME) di Indonesia yang ingin memberikan kemudahan tunjangan komunikasi bagi karyawan nya. Di dalam paket ini, pelanggan bisa membagikan kuota, nelpon ke operator lain dan juga kuota bisnis kepada karyawanya. Bagi saya, ini menjadi langkah proaktif dan progresif pihak Indosat pada pelanggannya, bisa menjadi solusi komunikasi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

IM3 Preneur: Bisnis Lancar, Meski dari Rumah

Setidaknya ada empat kebaikan IM3 Preneur yang bisa kita manfaatkan sebagai berikut:

4 Keunggulan IM3 Preneur

Kuota Besar

Dengan IM3 Preneur kita bisa memperoleh kuota hingga 320 GB

Group Share

Paket IM3 Preneur bisa dibagikan ke semua tim hingga 25 orang dan bisa buat group sesuai kebutuhan bisnis kita

Sharing Quota

Bebas berbagi menit nelpon dan kuota sesuai aplikasi yang dibutuhkan masing-masing tim

Mempermudah Bisnis

Mempermudah berbagai tim untuk kolaborasi dan berkembang lebih maju bersama-sama tanpa ribet

IM3 Preneur menyediakan berbagai pilihan paket yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan Paket IM3 Preneur

Setelah mengetahui berbagai kelebihan IM3 Preneur, saya sudah tidak galau lagi menghadapi musim PTSL tahun depan. Mengingat pada akhir tahun ini akan kembali masuk masa bidding PTSL, dimana mulai tahap awal hingga akhir pekerjaan akan selalu memerlukan kuota dan telepon yang bisa dibagikan ke tim secara proporsional, IM3 preuneur menjadi pilihan tepat dan solusi terbaik. Dengan tiga pilihan banyak kuota, plus tidak ada data hangus jika masih berlebih di akhir bulan, masih ditambah dengan bonus gratis telepon dengan sesama maupun antar provider, sangat cocok digunakan untuk saya dan tim agar komunikasi selama pekerjaan berlangsung bisa berjalan semakin baik, lancar, efektif juga efisien.

Kemudahan IM3 Preneur

Saya dan Blog

Keseruan bekerja sama dengan tim, berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda karakteristik, juga ketegangan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ditemui di lapangan, sangat mendukung kesenangan saya dalam menulis. Setiap detail kejadian yang saya alami bisa kembali saya ceritakan ulang dalam bentuk tulisan yang menarik dan unik. Sejujurnya, media paling tepat tempat saya menuangkan segala hal yang ada di dalam pikiran dan yang dirasakan adalah blog. Dengan menulis di blog, saya bisa menumpahkan semua isi kepala tanpa harus dibatasi dengan jumlah karakter atau kata.

Sejarah perblogan saya bisa dibilang penuh drama. Mulai kenal blog sekitar tahun 2005, saya buat www.tawadhu.blogspot.com. Pada saat itu saya sedang berada di puncak semangat menulis. Kebetulan sedang jatuh cinta pula pada suami, maka isinya hanyalah kealayan belaka. Tahun 2009 pindah rumah ke Multiply dengan tajuk www.cintasempurna.multiply.com. Isinya sudah mulai beranjak dewasa dan lebih berasa. Betah sekali di sana, karena selain menulis, banyak feature yang bisa diotak atik agar tampilan lebih ciamik. Malang tak bisa ditolak, saya ditinggal Multiply ketika sedang sayang-sayangnya pada Mei 2013. Mulai tahun 2015, saya baru memberanikan diri untuk membuat blog dengan domain dan hosting berbayar. Sayang, karena ketidak konsistenan, saya tetap saja menjadi blogger wannabe sampai saat ini dan harus rela blog saya digusur beserta semua isinya setelah tiga tahun berjalan karena tak bisa bayar uang sewa.

Mengingat banyak kebutuhan publikasi akan berbagai informasi yang ingin saya sampaikan ke khalayak, juga banyak segala rupa yang bergumul di kepala untuk ditata menjadi kata-kata, salah satunya memperkenalkan Kantor Jasa Surveyor Kadaster Berlisensi (KJSKB) saya agar bisa dikenal banyak orang, serta untuk memudahkan penjaringan personil, awal tahun ini, saya membulatkan tekad untuk mengambil lagi www.liaindriati.com dengan harapan bisa panjang umurnya sehingga setiap pemikiran yang saya tuliskan dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.

Dulu, saya hanya menganggap blog itu sebatas ruang untuk menulis saja. Ternyata banyak sekali peluang yang bisa dioptimalkan dari blog, apalagi setelah saya mengikuti rangkaian webinar yang diselenggerakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) & IM3 sebanyak tiga episode secara berturut-turut. Saya memperoleh banyak insight dari sana. Mata saya terbelalak, ada banyak yang tersembunyi yang baru saya lihat.

Webinar Episode 23

Semakin tak terbendungnya perkembangan teknologi informasi saat ini, semakin banyak juga peluang yang bisa diambil dari ketekunan menulis di blog. Salah satunya adalah berjejaring. Blog bisa menjadi wadah untuk berdiskusi dan sarana silaturahmi. Dari sini pula kemungkinan memperoleh penghasilan dari blog bukan lagi sekedar mimpi, tapi kenyataan yang bisa diraih dengan pasti. Itulah salah satu keuntungan dari silaturahmi, membuka pintu rejeki.

Menurut Mbak Widyanti Yuliandari, ketua umum komunitas IIDN, dua hal yang tidak bisa dilepaskan untuk menjadi seorang blogger adalah kegiatan membaca dan menulis. Seringlah membaca, mendengar, melihat dan merasakan, lalu menulislah lagi dan lagi. Semakin banyak tulisan yang dihasilkan, kita akan semakin mahir dan terlatih, insting kita pun akan kian terasah untuk dapat merangkai diksi dengan lentur dan enak dibaca.

Pada rangkaian webinar episode ke-23 tentang “Menulis Konten Berkualitas Part 2” beliau menyampaikan beberapa tips bagaimana agar blog kita diminati banyak orang dan atau bahkan dilirik klien potensial hingga bisa memenangkan lomba dengan hadiah-hadiah yang bikin ngiler.

Dalam paparannya, Mbak Wid menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh tulisan konten yang berkualitas sebagai berikut:

6 Strategi Menulis Konten Berkualitas

Merumuskan Tema

Dalam menentukan tema kita harus peka terhadap lingkungan sekitar agar bisa mengambil hal-hal menarik yang dapat diangkat sebagai bahan tulisan namun juga tidak boleh abai akan kenyamanan kita pada saat menuliskannya.

Bahan Tulisan

Materi tulisan harus dapat dipertanggungjawabkan, bisa dipercaya dan kompeten pada bidangnya, tidak terpaku hanya pada salah satu sumber sehingga tulisan bisa lebih variatif. Bahan tulisan bisa juga berasal dari pengalaman pribadi. Tulisan yang berasal dari pengalaman pribadi biasanya feel nya akan sangat terasa karena sudah teruji, telah dibuktikan, dan hasil dari liputan atau kunjungan sendiri.

Strategi Penggunaan Referensi

Agar sebuah tulisan semakin bermutu, tentunya kita harus menggali informasi sebanyak mungkin. Jika dari hasil membaca referensi, telebih dulu kita harus memahaminya secara menyeluruh, membuat poin-poin penting sehingga dapat menuliskannya dengan bahasa sendiri. Hindari copy paste agar tidak terjebak pada plagiarism.

Judul

Judul sebaiknya mengandung keyword yang akan memudahkan dalam pencarian. Judul juga harus menarik sehingga mengundang penasaran banyak orang untuk mau membacanya. Judul tidak boleh PHP atau bahkan menipu yang tidak berkesusaian dengan isi, dan judul tidak boleh typo karena orang akan menginterpretasikan lain apalagi jika typonya banyak.

Opening dan Closing

Seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu juga tulisan. Seseorang bisa jatuh cinta pada paragfraf pertama, membawanya untuk terus dan terus membaca hingga akhir paragraf, bahkan setelahnya merasa ingin kembali membaca ulang karenanya. Membuat sesuatu pada opening menjadi hal wajib sebagai magnet agar pembaca mau membaca tulisan kita hingga usai. Sedangkan closing yang baik harus menjadi klimaks dan inti dari keseluruhan tulisan, sehingga pembaca tidak menyesal membaca tulisan kita.

Nyaman Dibaca

Poin ke-6 ini merupakan lanjutan dari poin ke-5. Setelah membuat opening dan closing yang fantastis, tugas kita selanjutnya adalah memastikan seluruh paragraf yang ditulis nyaman dibaca. Antar kalimat dan antar paragraf saling berkesinambungan dan berhubungan, runut, menggunakan bahasa yang baik, juga tidak jumping, sehingga pembaca dengan mudah dapat mencerna informasi yang kita berikan.

Bersyukur saya masih sempat mengikuti sisa webinar series tersebut dengan keadaan sehat dan tanpa halangan, sehingga bisa menikmati dan mencermati setiap pembahasan yang disampaikan. Ada banyak hal tertinggal setelah saya sempat mati suri beberapa lama, tetapi mendapatkan kembali semangat yang ditularkan baik dari pemateri, panitia, maupun dari para peserta.

Terlebih setelah memperoleh informasi mengenai IM3 Preneur, sudah tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tidak optimal merawat blog dan membiarkannya tumbuh berkembang. Dengan IM3 Preneur, akses cepat akan menjadi amunisi untuk bisa semakin produktif dalam mengisi konten blog. Semoga akan lebih banyak lagi kolaborasi lain IIDN yang akan menghadirkan program-program terbaiknya.

Kesuksesan berawal dari tindakan. Ide saja tidak cukup tanpa diikuti langkah dan kerja nyata. Niat tanpa dilakukan tidak akan menjelma menjadi sesuatu yang berguna. Sebuah tim tidak akan bekerja maksimal tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Sedangkan blog, hanya akan menjadi ruang tak bernyawa jika tanpa ada konsistensi mengisi. Dalam pengembangannya, baik tim maupun blog diperlukan keteguhan hati agar bisa menjadi sesuatu yang berarti. Perlu usaha untuk membuatnya bisa berjaya. Dan dengan IM3 Preneur, setiap upaya akan lebih bersinar dan berkibar.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging

Share This:
Parenting

Remedial, Hal Baik atau Aib!?

“Accept the children the way we accept trees—with gratitude because they are a blessing—but do not have expectations or desires. You do not expect trees to change; you love them as they are.” 

– Isabel Allende –

“Ma, aa remedial”. Ujar si Sulung setengah bergumam. Nadanya biasa saja. Datar. Saya tanyakan mata pelajaran apa. Bahasa Indonesia ujarnya. Tidak terlalu kaget, dia rupanya sudah menduga sejak Penilaian Tengah Semester (PTS) berlangsung. Susah, ma. Aa ga paham katanya. Hari berikutnya, dia lapor lagi klo ada mata pelajaran yang harus diulang. Kali ini PPKN. Lagi-lagi tidak mengejutkan. Ketika PTS berakhir, dia mengatakan PPKN aa ga ngerti.

Kecewa? Tentu saja. Rasanya setiap orangtua selalu menginginkan anaknya memberikan nilai paripurna untuk setiap mata pelajaran. Termasuk saya. Apalagi, remedial ini baru kali pertama terjadi sejak dia masuk sekolah. Sesuatu yang baru bagi saya dan anak saya. Tapi remedial bukanlah akhir dari segalanya. Bukan aib atau hal yang memalukan. Setiap kejadian akan menjadi sebuah kebaikan jika kita menanggapinya dengan bijak.

Setelah menerima Laporan Perkembangan Siswa (LPS) saya gemas melihat nilai PPKN dan bahasa Indonesia yang memang di bawah KKM, dan terlonjak ketika melihat nilai matematika yang sempurna, dua bahasa asing dan PAI yang juga nyaris sempurna. Belum lagi dengan minatnya yang lain. Lalu apakah saya masih harus menuntut lebih darinya? Padahal saya juga tidak pernah sempurna. Nilai-nilai saya sekolah biasa-biasa saja. Orangtua saya sangat bebas. Belajar harus, tapi perkara hasil itu urusan lain. Maka itu juga yang coba saya terapkan dalam mendidik anak-anak saya.

Remedial Itu Baik

Remedial adalah perbaikan atau mengulang. Biasanya ditujukan untuk siswa yang memiliki nilai rendah atau di bawah yang diharapkan. Namun, jika kita melihat lebih luas, remedial bisa kita terapkan dalam sisi kehidupan yang lain. Remedial merupakan salah satu bentuk kegagalan yang harus disikapi dengan pikiran yang terbuka agar memperoleh hasil yang lebih baik. Bagi saya, remedial ini bagus untuk perkembangan dan  pembelajaran. Ada beberapa hal positif yang bisa kita ambil ketika kita dihadapkan dalam sebuah remedial:

  1. Ketika terpaksa harus melakukan ujian/tes ulang, mau tidak mau harus kembali mempelajari materi. Semakin sering dan semakin banyak mempelajari materi, maka akan semakin baik pemahamannya dan kemungkinan untuk memperoleh nilai lebih tinggi juga lebih besar.
  2. Mendapat kesempatan untuk mengevaluasi cara belajar yang efektif. Jika sebelumnya cukup hanya dengan membaca, karena ada remedial, harus ditambah merangkum materi misalnya, bikin games, dan lain sebagainya.
  3. Dengan remedial, bisa mengetahui kesalahan yang dilakukan sehingga bisa lebih waspada, lebih bekerja keras.
  4. Bisa lebih menghargai, baik menghargai waktu, guru, ataupun mata pelajaran. Karena tidak ada hal yang sulit jika mau belajar dengan lebih tekun.
  5. Menjadi pelajaran hidup. Bahwa dalam hidup akan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tetapi kita harus dapat menerimanya dengan lapang dada.
  6. Belajar bertanggungjawab, bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap apa yang dilakukan. Karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Sedikit usahamu, jangan berharap besar hasilnya, begitu pula sebaliknya.

Cara Menyikapi Anak yang Remedial

Hal yang penting dilakukan ketika dapat laporan dari anak bahwa dia remedial adalah bersikap setenang mungkin dan tidak bereaksi berlebihan tidak menyalahkan atau menyudutkan anak sehingga membuat anak terluka. Dengarkan apa yang ingin disampaikannya sebelum kita bertanya kenapa bisa remedial. Setelah kondisi aman, baru kita lakukan beberapa evaluasi seperti berikut ini:

  1. Bertanya pada anak, kenapa bisa remedial.  Biarkan anak belajar menganalisis dan mengevaluasi apa yang sudah dialaminya. Sehingga dia tahu why nya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mencari solusi perbaikannya seperti apa.
  2. Mendengarkan keluhannya. Baik dari sisi teknis maupun non teknis.
  3. Diskusi dengan gurunya. Sampaikan kondisinya, dan berikan masukan dan saran dengan cara yang baik jika diperlukan.
  4. Merubah pola belajar anak. Diskusikan dengan anak cara belajar seperti apa yang paling nyaman dilakukan.
  5. Menjaga kepercayaan dirinya jangan sampai meluncur bebas, dengan tetap memberi apresiasi sekecil apapun usaha anak

Setiap Anak Adalah Istimewa

Kita melihat dan mencintai anak kita tanpa syarat. Artinya, kitapun harus dapat melihat anak secara keseluruhan, lahir batin. Dan, kita tidak bisa menjadikan anak kita sepenuhnya seperti apa yang kita mau, karena mereka memiliki catatan hidupnya sendiri. Kita hanya bisa sebagai peta petunjuk arah agar mereka tidak tersesat.

Begitupun dengan kecerdasan dan kepandaian. Setiap anak memiliki kelebihannya sendiri. Ada yang pintar bawaan lahir, tanpa perlu bekerja keras belajar, cukup menyimak penjelasan guru/dosen langsung paham dan ingat sepanjang masa. Ada yang harus distimulasi terlebih dulu. Perlu review satu dua kali sebelum jelas. Ada juga yang memerlukan catatan panjang yang rapi, butuh belajar yang terus menerus, lagi dan lagi sampai bisa. Ada yang top di semua mata pelajaran akademik, ada yang menonjol di beberapa mata pelajaran saja, ada yang keren di bidang olahraga, ada yang sungguh hebat di bidang seni, ada yang luar biasa di bidang keagamaan, ada yang bikin kagum karena sikap santun dan keramahannya, dan lain sebagainya. Jika ditulis satu persatu, rasanya tidak ada anak yang tidak istimewa. Setiap darinya diberikan kekhasan tersendiri.

Yang kita tahu saja, kecerdasan itu terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

IQ (Intelligence quotient)

IQ ini yang seringkali menjadi ukuran kepandaian seseorang, padahal ada lagi kecerdasan-kecerdasan lainnya yang tidak bisa kita anggap sebagai hal kecil.

EQ (Emotional Quotient)

Dengan EQ yang baik, seseorang akan mampu menanggapi dan mengendalikan emosi yang  hadir pada dirinya.

SQ (Spiritual Quotient)

Seseorang yang memiliki kecerdasan SQ yang baik akan bisa menerima setiap kejadian yang menimpa dirinya dengan hati yang lapang. Dapat melihat sebuah permasalahan dari sisi positif, dan memiliki keyakinan bahwa setiap kejadian akan selalu ada kebaikan yang mengikutinya.

AQ (Adversitas Quotient)

AQ merupakan kemampuan bertahan hidup. Kuat menghadapi tantangan, dan tidak pantang menyerah. Ada 3 (tiga) jenis kecerdasan AQ, yang terdiri dari Quiters,  yaitu orang yang suka lari dari masalah. Kemudian Campers, yaitu orang yang cepat merasa puas. Dan yang ketiga adalah Climbers. Orang-orang dengan tipe AQ Climbers memiliki keinginan untuk terus maju meskipun berada dalam tekanan.

TQ (Trancendental Quotient)

Kecerdasan TQ merupakan kecerdasan yang didasarkan pada agama dan kepercayaan kepada Tuhan. Dengan kecerdasan ini, orang dapat memahami hakikat tentang kehidupan di dunia dan kehidupan setelah kematian. Kecerdasan TQ bisa dilihat dari cara beribadah atau mempelajari kitab suci serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kelima macam kecerdasan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan, Tuhan telah memberi kesempurnaan kepada anak-anak kita sebagai makhluk yang utuh, dianugerahi akal untuk berpikir, dan diberi hati untuk merasakan. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk mampu membentuknya sebagai manusia yang bisa bermanfaat dan dapat menebar kebaikan di muka bumi sehingga mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan setelahnya.

“I believe the children are our future. Teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they possess inside”

-Whitney Houston-

Share This: