Day: October 30, 2020

Parenting

Bolehkah Laki-laki Suka Warna Pink?

Hikmah wfh & sfh beberapa bulan ini membuat saya dan anak lanang lebih banyak berdiskusi. Ada saja yang jadi bahan obrolan. Dan kebanyakan yang dibahas tentang gadget atau spek PC yang sungguh sayapun klo urusan itu pasti bertanya sama pakarnya Lana Wijaya.

Imaginasinya lagi pengen jadi YouTuber. Mamak cukup mengiyakan saja. Mau jadi apapun, asal jangan pernah tinggalin sholat, ngaji, jaga hafalan, jaga adab, lanjoootkan.

Diantara banyak pertanyaan yang saya tidak paham, ada satu yang menarik dan tergelitik untuk saya tulis di sini. Si sulung bertanya: “emang ga boleh, ya, ma, klo cowok suka warna pink?”. Nah! Lo. Hampir kaget dong. Sebetulnya sudah beberapa hari ini yang dibicarakan tentang warna pink. Mulai dari mouse, sampai set pc gaming. Dia tunjukin ke saya. Lucu, ya, ma. Iya, saya bilang. Dan memang beneran cute. Terus habis itu saya masih bertanya padanya “masa aa mau pake warna pink?”. Tapi begitu saya ditanya balik “salah ya klo cowok suka warna pink?”. Saya jadi berpikir lain. Akhirnya saya jawab “tentu saja tidak”. “Tapi kenapa warna pink selalu dihubungkan dengan perempuan?” Kejarnya. “Karena stigma yang terbentuk di masyarakat seperti itu. Klo laki-laki pakai warna pink seringnya dibilang feminin dan kayak cewek”. “Oh iya juga, ya” katanya “Jadi boleh ma, aa set warna pink”. “Boleh” dengan yakin saya bilang.

Kece kan? Sumber: https://fantechmalaysia.com

Soal warna pink. Meski seorang perempuan, saya baru belakangan saja mulai berminat pada hal-hal yang berbau pink. Sebelumnya tidak sama sekali. Bagi saya, pink terlalu feminin, dan saya merasa bukan saya banget. Saya dulu suka sekali warna biru. Apalagi melihat biru langit dan laut (kode sih ini 😝). Sebelum akhirnya berlabuh ke warna coklat yang bagi saya terlihat lebih elegan dan bijaksana.

Stigma saya tentang laki-laki yang suka warna pink berakhir sejak anak laki-laki saya mulai meliriknya sebagai pilihan. Karena memang tidak ada yang salah dengan itu. Tentu saja boleh dan halal. Kesukaan terhadap warna tidak berhubungan dengan gender. Selama ini, secara tidak sadar kitalah sebagai orangtua dan masyarakat yang membentuk kecenderungan itu.

Lihat saja. Dimulai dari ketika bayi lahir, bayi perempuan akan dbelikan dan dikirimi banyak kado-kado berwarna pink, sementara bayi laki-laki berwarna biru. Dan itupun saya lakukan 🙈. . Padahal, pada abad ke-18 lalu, warna pink dikhususkan untuk laki-laki. Karena dianggap sebagai warna yang kalem, melambangkan semangat dan aktif, mewakili sifat maskulinitas seorang lelaki. Tetapi kemudian muncul lukisan karya Henry Huntington seorang Millioner asal Amerika yang berjudul “The Blue Boy” dan “Pinky”. Maka konon, sejak saat itulah warna pink berubah menjadi identik dengan perempuan. Dan jika ada cowok yang suka apalagi pakai sesuatu yang warna pink seringkali masih jadi sesuatu hal yang seolah olah tidak diterima khalayak.

Sumber: https://www.thehuntingtonstore.org

Sementara itu, sekarang sudah banyak beredar kemeja laki-laki atau dasi bahkan smartphone atau laptop yang warnanya pink dan keren. Stigma di masyarakat rupanya mulai bergeser lagi. Sudah banyak ditemui cowok-cowok yang pede menggunakan aksesoris-aksesoris dengan warna pink.

So, cowok suka warna pink? Why not? Kece kok dan terlihat cool 😉

Sumber: https://www.hipwee.com/

Share This:
Review

ROG Phone 3: Ponsel Super Power untuk Para Gamer

Air mukanya berubah. Bibirnya maju beberapa senti. Saya yang berada di hadapannya tentu saja terganggu, ditambah dengan racauan-racauan kesal yang keluar dari mulutnya. “Kenapa, sih, a?” Tanya saya ke si sulung. “Ini lo. Aa kan kalah jadinya. HP jelek, nge lag mulu, udah mana gerak-gerak sendiri ini layarnya”. Wajahnya berubah murung. Saya terdiam. Sudah sejak beberapa waktu lalu anak lanang minta dibelikan Ponsel Smartphone sendiri, bukan barengan dengan saya, Mamanya. Namun karena beberapa alasan, hingga saat ini urung terlaksana. Saya selalu bilang padanya, sabar, tunggu mama ada rejeki lebih.

Game Analyst Wannabe

Karena Smartphone nya sudah tidak lagi mumpuni dipakai main game, sekarang ia lebih sering menjadi pemerhati para gamer lewat Youtube. Seperti game analyst mungkin. Untuk lebih menyamankan mata, ia memilih pinjam laptop ASUS saya ketika mau nonton Youtube. Tak cuma Youtuber gaming yang ia tonton, tetapi juga segala rupa yang berkaitan dengan teknologi dan serba serbi gadget yang memang menjadi kesukaannya. Apapun terkait gadget, keluaran terbaru, launching dan spesifikasi produk, siswa kelas 7 itu khatam di luar kepala. Bahkan sweater hoody dan head set nya pun dipilih yang gaming banget. Dominasi warna hitam dengan sentuhan warna merah sebagai penegasnya.

Serba Hitam Merah

Ketika ROG Phone 3 mengadakan The Ultimate Blogger Competition, anak saya yang pertama kali mengetahui informasinya dan meminta saya untuk mengikutinya. Saya tantang dia untuk menuliskannya, tetapi dia menyerah. “Mama aja yang nulis, aa yang kasih tahu bagaimana kerennya ROG Phone 3” begitu katanya.

Smartphone yang Dibutuhkan Para Gamer

“Sebetulnya, HP seperti apa sih yang dicari para gamer, a?” Tanya saya. Diskusi sekaligus interogasi kadang diperlukan untuk bisa menjangkau pikiran ala generasi gen Z yang sudah melompat sangat jauh.  Meski tak bisa sampai melampaui, paling tidak bisa nyambung ketika sedang bertukar pikiran. “Yang pasti performanya harus oke, ma. Nggak ada tuh yang namanya nge lag apalagi loading. Terus udah gitu, ponselnya nggak cepat panas, layar touchscreennya lebar dan responsif, baterai tahan lama, memorinya gede jadi nggak perlu buang-buang aplikasi dulu kayak HP kita gini nih.” Jawabnya panjang lebar sambil menunjukkan HP jadul yang kelelahan dipaksa download game.

Ponsel dengan internal memori ala kadarnya

Saya manggut-manggut saja. Sejujurnya tidak terlalu paham juga soal gadget. Setiap mau membeli ponsel ataupun laptop, saya selalu minta saran adik saya terlebih dulu. Tapi sekarang, sepertinya anak baru gede itu sudah bisa menggantikan posisi oomnya untuk ngasih saran saya merk atau tipe apa gadget yang cocok dan pantas dibeli.

Demi mengimbangi pengetahuannya, saya berselancar mengupgrade informasi, mencari tahu Smartphone seperti apa sih yang dicari para gamer. Dari pencarian itu, saya menemukan setidaknya ada enam poin yang dibutuhkan sebuah Smartphone gaming.

Smartphone harus memiliki chipset yang kece

Chipset atau system-on-chip (SoC) merupakan isi kepala dari sebuah Smartphone. Chipset ini yang akan mengintegrasikan setiap komponen dan melakukan pengaturan, pemrograman serta pemrosesan terhadap setiap feature yang ada pada Smartphone sehingga terlihat kemampuan kinerjanya.

Random Acces Memory (RAM) Besar

RAM merupakan tempat penyimpanan bermacam aplikasi pada ponsel. Semakin besar RAM pada ponsel, maka kinerja ponsel tersebut akan semakin baik, karena lebih mudah dan lebih cepat pada saat pemrosesan perintah yang diberikan.

Memory Internal Besar

Poin penting berikutnya yang harus dipenuhi oleh ponsel gaming adalah memiliki memory internal yang besar untuk keperluan penyimpanan data dan aplikasi tanpa khawatir kurang ruang di saat akan mengunduh aplikasi game dengan file yang besar.

Sistem Operasi Smartphone

Sebuah ponsel gaming harus memiliki sistem operasi yang stabil.

Baterai dengan Kapasitas mAH Besar

Semakin besar kapasitas mAH yang ditawarkan sebuah ponsel, maka akan semakin baik daya tahan baterai tersebut. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi para gamer. Selain itu, baterai juga harus fast charging sehingga para gamer tidak akan terganggu pada saat bermai game.

Resolusi Layar yang Oke

Layar ponsel untuk gaming tentu saja menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan. Resolusi full HD dengan jenis layar super amoled menjadi pilihan yang baik.

ROG Phone 3

ROG Phone 3 yang Gaming Abis

“ROG Phone 3 itu HP kayak gimana, sih, a?”. Saya kembali bertanya pada si bujang. Tetiba ia terkekeh. “Bukan ‘ROG Phone’ mamaaa”, katanya. Oow! Melafalkannya saja ternyata saya salah pemirsa. “Terus apa dong?” kata saya. “Ar-O-Ji, maaa. Republic of  Gamers” . Lanjutnya lagi. Oalah, baiklah kalau begitu. Yeah! Begitulah, untuk pengalaman hidup, saya yang sudah lebih dulu lahir dibanding anak saya mungkin lebih banyak, tapi untuk urusan gadget dengan berbagai detil spesifikasinya, anak dengan usia 12 tahun bisa lebih jago dibanding mamanya.

Dari namanya saja, ROG, yang merupakan kependekan dari Republic of Gamers, sudah bisa diketahui, bahwa ROG Phone 3 mengkhususkan dirinya menjadi smartphone gaming. Maka tidaklah heran, dalam setiap serinya ROG Phone sudah menawarkan kemewahan dalam performanya. Setiap detail yang diusung sangat memanjakan para gamer Sultan. Tidak berlebihan jika taglinenya The Ultimate Winner. Karena yang diberikan dalam ROG Phone 3 adalah yang terbaik. Bagi para juara, ROG Phone 3 merupakan pilihan tepat.

Dengan sistem operasi smartphone Android yang memiliki kestabilan yang baik untuk sebuah ponsel gaming, ROG Phone 3 merupakan generasi terbaru dari smartphone gaming yang dilengkapi dengan chipset tercanggih bertenaga Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform. Sebagai informasi, di Indonesia ROG Phone 3 menjadi smartphone gaming pertama yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 865.

Jika diminta untuk menjelaskan seperti apa ROG Phone 3, ia akan sangat lancar bercerita. Baginya handphone seperti ini yang dicari. “Mama, kalau aa pakai ROG Phone 3, main game pasti akan lancar banget” ujarnya bersemangat. “Kenapa emang?” tanya saya. “Karena ROG Phone 3 sudah lengkap banget” .

Penasaran kan sehebat apa kualitas ROG Phone 3 ini?

Desain ROG Phone 3 yang Mewah

Powerful Snapdragon 865 Plus

Mengusung chipset terpopuler di dunia Snapdragon yang dikembangkan Qualcomm. ROG Phone 3 menggunakan Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform. Dengan kecanggihan SoC yang berada di dalamnya, ponsel ROG Phone 3 memiliki prosesor yang super ngebut dengan kecepatan hingga 3.1 GHz. Bye bye HP nge lag. Main game akan ngacir dan lancar tanpa khawatir ada jeda.

Stuninng 144Hz Display

Bermain game tentu berhubungan dengan pandangan dan penglihatan mata. Teknologi Super Amoled yang disematkan pada layar ROG Phone 3 memberikan sensasi immersive yang membuat decak kagum. Layar touchscreen dengan refresh rate 144Hz dan response time 1ms menjadikan ROG Phone 3 sangat responsif  sehingga para gamer tidak akan ketinggalan “savage” ketika bermain game.  Visual yang seolah nyata dengan fitur 10 bit HDR10+ akan sangat memanjakan mata karena detil warna lebih terlihat akurat seperti warna aslinya. Mata tidak akan cepat lelah karena dilengkapi Low Blue Light dan Flicker Reduced.

Monster 6000 MAh Battery

“Baterainya nggak habis-habis secara 6000 MAh. Nggak akan lagi buru-buru nge charge kayak ponsel kita yang ini karena baterainya udah ngedrop”. Begitu katanya. Ini dia nih yang membuat para gamer jatuh cinta dan tergila-gila pada ponsel ROG Phone 3, termasuk anak saya. Kapasitas baterainya 6000 MAh. Wow! Ini memungkinkan gamer bermain game seharian tanpa harus bolak-balik nambah daya. Jika baterai butuh tambah daya, sudah pula fast charging dengan tekonologi ROG 30W HyperCharging, jadi tak perlu nunggu lama hingga baterai kembali terisi.

Game Cool 3 & AeroActive Cooler 3

Masalah klasik yang dirasakan pada ponsel kebanyakan adalah ponsel dengan temparature yang meningkat ketika digunakan dalam waktu yang lama. Hal tersebut akan sangat mengganggu apalagi jika sedang bermain game. Over heated sebuah ponsel akan mengakibatkan performa ponsel menurun dan memberikan ketidaknyamanan bagi penggunanya.

Namun untuk ponsel sekelas ROG Phone 3, temperature panas pada saat ponsel digunakan tidak akan ditemukan, karena ia sudah disenjatai dengan sistem pendingin sekelas GameCool 3 dan 3D Vapor Chamber bergaya baru. Jika masih kurang, bisa ditambah aksesoris pendingin aktif yang bernama AeroActive Cooler 3.

Built for Gamers

Melihat model dan tampilan ROG Phone 3 yang sudah gaming banget. Semua mata akan tertuju pada setiap detail yang disuguhkan. Mulai dari bentuk yang lebih ergonomis sehingga lebih nyaman ketika dipegang hingga adanya fitur AirTrigger 3 dengan adanya tambahan gesture untuk memudahkan para gamer mengontrol penuh game yang sedang dimainkan. Terdapat juga Motion Sensor yang bisa digunakan gamer untuk menggerakkan ponsel ke depan dan belakang. Ditambah dengan ukuran ponsel dan desain yang sangat mewah.

Selain body ponsel dan semua fitur pendukungnya, ROG Phone 3 juga memiliki audio yang memberikan efek keseruan pada permainan game. Bass yang dihadirkan lebih nendang dengan dual speaker menghadap ke depan. Didukung Dirac serta fitur Game Mode, gamer dimungkinkan untuk bisa melacak keberadaan musuh hanya dari mendengar arah datangnya suara.

The most immersive gaming experience

Dari berbagai keunggulan istimewa yang ada pada ROG Phone 3, membuat para gamer lebih percaya diri ketika memegang dan menggunakannya.

Sudah sepantasnya ROG Phone 3 dinobatkan sebagai ponsel ultimate gaming jawara di kelasnya dan menjadi ponsel kekinian yang paling mumpuni dengan body yang aduhai dan tak bosan buat dipandang.

Para gamer akan disuguhi pengalaman bermain game yang luar biasa. Tingkat kecerahan terhadap warna dan mulusnya pergerakan pada layar yang nyaris tanpa cela, belum lagi dengan adanya audio yang memanjakan telinga, membuat ROG Phone 3 menjadi satu-satunya ponsel gaming yang akan memberikan The most immersive gaming experience bagi para gamer.

Tidak salah jika ROG Phone 3 ini menjadi impian banyak gamer atau siapa saja yang menginginkan ponsel super power yang bisa digunakan bermain game maupun otak atik multimedia seperti fotografi maupun videografi. Dengan tripel kamera bersensor Sony IMX686, memiliki lensa utama dengan resolusi 64 Mega Pixel (MP), yang dilengkapi dengan lensa ultra lebar 13 MP dan sensor makro 5 MP. Kondisi ini bisa menghasilkan gambar makro dengan kualitas setara DLSR ataupun kamera mirrorless.

Kegantengan ROG Phone 3 yang belum ada tandingannya ini sudah menjadi incaran si ganteng kesayangan juga. Man Jadda Wajadda. Selalu ada jalan jika kita berusaha. Semoga keberuntungan selalu bersamanya. Aamiin.

Informasi Harga

Di Indonesia ROG Phone 3 hadir dalam dua varian, dibedakan dari besar penyimpanan,  yaitu yang menggunakan penyimpanan 128GB dan RAM 8GB, serta penyimpanan 256GB dan RAM 12GB. Keduanya dibanderol dengan harga Rp9.999.000 (128/8) dan Rp14.999.000 (256/12).

Tersedia promo menarik untuk setiap pembelian ROG Phone 3 di channel berikut ini:

Offline Retail

Erafone                                             : http://bit.ly/Erafone-Location

Urban Republic                                   : http://bit.ly/UrbanRepublic-Location

ROG Store & ASUS Exclusive Store                         : http://bit.ly/ROGStore-Location

Onilne (E-Commerce)

Eraspace           : http://bit.ly/ROGPhone3-Eraspace

Tokopedia       : http://bit.ly/ROGPhone3-Tokopedia

BliBli                   : http://bit.ly/ROGPhone3-BliBli

JD.ID                    : http://bit.ly/ROGPhone3-JDID

Shopee               : http://bit.ly/ROGPhone3-Shopee

Spesifikasi Produk

ROG Phone 3
Processor3.1 GHz Qualcomm® Snapdragon™ 865 Plus 5G Mobile Platform with 7nm, 64-bit Octa-core Processor
GPUQualcomm® Adreno™ 650
UIAndroid™ 10 with ROG UI
Display6.59” 19.5:9 2340×1080 (391ppi) 144Hz/1ms AMOLED HDR10+ certified; 270Hz touch sampling rate, 25ms touch latency; 650nits HBM brightness & 1000 nits peak brightness, 113% DCI-P3 Delta E average <1%; 1.07 billion colors; 1,000,000:1 contrast ratio; Front 2.5D Corning® Gorilla® 6 Glass; TÜV Low Blue Light (Hardware Solution) and Flicker Reduced certifications for eye comfort; Capacitive touch panel with 10 points multi-touch (supports Glove touch)
Memory/StorageLPDDR5/UFS3.1 8GB/128GB 12GB/256GB
SD storageno SD-card reader; NTFS support for external HDD
SensorAccelerator, E-Compass, Proximity, Hall sensor*2, Ambient light sensor, in-display fingerprint sensor, Gyro, Ultrasonic sensors for AirTrigger 3 and grip press
Main Rear Camera64MP SONY IMX686 sensor, 0.8 µm pixel size – Quad Bayer technology with 16MP, 1.6 µm large effective pixel size, F1.8, 1/1.7” sensor, 2×1 OCL PDAF, LED flash
Second Rear Camera13MP, 125˚  ultra-wide, F2.4, Real-time distortion correction, 11mm equivalent focal length in 35mm film camera
Third Rear Camera5MP Macro, F2.0
Front Camera24MP, 0.9µm, Quad Bayer Technology, F2.0, 27mm equivalent focal length in 35mm film camera
Video Recording8K (7680 by 4320) @ 30 fps (main rear camera) 4K (3840 by 2160) @ 30/60 fps (main rear camera), @ 30 fps (second rear camera) 1080p @ 30/60 fps; 720p @ 30 fps 3-axis electronic image stabilization for rear cameras Time Lapse (4K) Slow Motion video (4K @ 120 fps; 1080p @ 240/120 fps; 720p @ 480 fps) Take still photo while recording video
SpeakerDual front-facing speakers with GameFX & Dirac HD Sound 7-magnet stereo speaker with dual NXP TFA9874 smart amplifier for louder, deeper and less distorted sound effect
Audio OutputHi-Res audio 192kHz/24-bit standard (USB-C™ output) that is 4 times better than CD quality GameFX audio system for improved in-game audio experience New AudioWizard with multiple listening profiles tuned by Dirac
MicrophoneQuad microphones with ASUS Noise Reduction Technology
Wireless TechnologyWLAN 802.11a/b/g/n/ac/ax 2.4 & 5GHz and Wi-Fi 6 2×2 MIMO, Bluetooth 5.1 Wi-Fi Direct support
NavigationGNSS support GPS(L1/L5), Glonass(L1), Galileo(E1/E5a), BeiDou(B1/B2a), QZSS(L1/L5) and NavIC(L5)
SIM CardsDual SIM dual standby Slot 1: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card Slot 2: 5G/4G/3G/2G Nano SIM card 5G+4G or 4G dual SIM dual standby support
Data rate  Support EN-DC(6DL+FR1, 4DL+2FR1) FR1: DL up to 4.4Gbps / UL 542Mbps LTE 6CA DL Cat20 up to 2.0Gbps / UL Cat13 up to 150Mbps DC-HSPA+: DL 42Mbps / UL 5.76Mbps 4×4 MIMO and CA with 4×4 MIMO support
Bands  5G (Bands N1, N2, N3, N5, N28, N41, N66, N71, N77, N78, N79)
FDD-LTE (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 12, 13, 17, 18, 19, 20, 25, 26, 28, 29, 30, 32, 66, 71)
TD-LTE (Bands 34, 38, 39, 40, 41, 42, 48)
WCDMA (Bands 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 19)
EDGE/GPRS/GSM (850, 900, 1800, 1900MHz)
CDMA (Bands BC0) (CN and HK only)
TD-SCDMA (Bands 34, 38) (CN and HK only)
InterfaceSide-port: 48 pin Customized/Type C connector USB3.1 gen2/DP 1.4(4K)/Fast Charging (QC3.0+QC4.0/PD3.0) / Direct Charge Bottom-port: Type C connector USB2.0/Fast Charging (QC3.0/PD3.0)/Direct Charge
NFCSupport (Card mode support in power off)
OSAndroid™ 10
Battery6.000mAh
ChargerOutput: 10V 3A, supports up to 30W QC4.0 / PD3.0 / Direct Charge adapter
Dimensions171mm, 78mm, 9.85mm
Weight240 grams
PriceRp9.999.000 (8GB RAM & 128GB Storage) Rp14.999.000 (12Gb RAM & 256GB Storage)
Share This:
Diary

Berjalan Kaki di Terik Jakarta? Siapa takut!

Ada kalanya, sering bahkan, apa yang terjadi di luar harapan kita, biasanya mendadak dan tidak direncanakan. Jika dalam posisi itu, kita tentu saja tidak bisa lari, tak bisa menghindar, dan harus tetap dihadapi serta dijalani.

Sejak hp hilang beberapa waktu lalu, saya memakai hp lama yang kondisinya harus “disayang” banget. Anak saya selalu mengingatkan “Mama, nge charge hp ini jangan dibawah 60%, klo ga, ga bakalan bisa nyala”. Saya sudah menjalankan protokol itu, setiap sudah 60% atau 70%, saya charge dan aman. Tadi juga sama, begitu 60% langsung saya charge.

Pagi tadi, jadwal saya sosialisasi di salah satu RW di Pondok Labu yang berada di kawasan TNI AL. Sampai sana, hp masih terkendali meski sudah nyantol ke power bank. Harapannya setelah berdiskusi dan tim bergerak, hp sudah terisi penuh dan saya bisa kembali ke kantor di Antasari dengan aman dan cepat menggunakan ojol. Ndilalah, setelah kegiatan usai, daya hp bukannya nambah malah melorot turun dan turun. Saya coba nyalakan, bisa hidup, tapi begitu buka aplikasi, hp nya kedip-kedip dan blip, mati. Mulai panik. Tapi berusaha sejaim mungkin sambil berpikir keras, secara ga ada angkutan umum lewat dan jalan keluar komplek lumayan panjang. Untungnya salah satu tim bergerak ke RW lain. Sementara, kondisi oke, saya bisa ikut sampai jalan raya. Saya buying time dengan makan soto dulu -kebetulan juga belum sarapan-. Perut kenyang, lumayan otak bisa diajak berpikir lagi. Sebelum nyalakan hp, saya masuk mini market beli sesuatu biar ga terlalu malu numpang duduk di terasnya. Bismillah, hp saya coba nyalakan. Baru 17%. Begitu buka aplikasi ojol, lagi-lagi blip, mati. Haduh! Sebelum kebingungan merajai, saya melihat bus Transjakarta jurusan Pondok Labu – Lebak Bulus berhenti tepat depan mini market. Tanpa berpikir lagi, saya langsung naik dan duduk manis. Hp saya simpan di tas, semoga sampai perempatan Fatmawati sudah cukup terisi baterainya. Saya turun di pinggir jalan Fatmawati tepat di bawah tanda “Bus stop Transjakarta”. Untuk kesekian kalinya saya coba lagi nyalakan hp. Tetap tak bekerja. Saat itu, pilihannya cuma dua, nunggu tanpa berkegiatan hingga baterai terisi setidaknya 50% dan itu butuh waktu sekitar satu jam, atau jalan kaki sampai kantor, waktu yang dibutuhkan tidak banyak, dan hp bisa segera dicharge ke listrik langsung tanpa harus menggunakan power bank.

Menimbang efisiensi waktu, saya pilih opsi ke-2. Sebetulnya berjalan kaki menjadi kegiatan yang sangat lumrah dilakukan. Di luar negeri apalagi, setiap pagi, akan lebih banyak dijumpai orang-orang pejalan kaki dibanding macetnya jalan raya karena kendaraan. Tapi di Jakarta, dengan udara yang luar biasa dan polusi dimana-mana, jalan kaki tidak selalu bisa jadi pilihan kecuali kepepet, seperti saya tadi.

Bersyukur semesta mendukung, dengan mendung yang memayungi, saya bisa berjalan kaki dengan sangat nyaman. Saya menikmati setiap langkah yang diayun. Seketika saya membayangkan ketika suatu saat berjalan dari Hotel Renaissance 999 9th St NW, Washington, DC 20001 menuju American Red Cross 430 17th St NW, Washington, DC 20006 yang jaraknya lebih dari 1,5 km setiap pagi dan sore hari. Di sana, trotoar yang luas sangat memanjakan para pejalan kaki tanpa harus mendengar deru kendaraan dan bunyi klakson yang bersahutan. Sepanjang jalan dapat melihat gedung-gedung kontemporer yang megah. Melewati National Mall, mata tak bosan disuguhi bangunan-bangunan dengan arsitektur yang menawan, seperti White House, Washington Monument, dan United States Capitol dengan udara yang segar, dingin-dingin sejuk.

Jalanan lengang di pagi hari

Hmmm, ya. Di jalur yang saya jejaki inipun, di Jakarta, Ibukota negara tercinta, trotoar sudah dibuat dengan lebar dan ramah untuk pejalan kaki. Sayang saya tidak bisa mendokumentasikan melalui gambar, karena hp nya mati. Saya bisa mencermati sekeliling jalur Perempatan Fatmawati – Antasari. Gedung-gedung mentereng nan modern juga terpampang nyata di kanan kiri jalan. Di sebelah kiri, saya melewati beberapa gedung menjulang. Setelah lewat lampu merah Fatmawati, terlihat Bank Capital yang berada di pojok jalan, setelahnya melewati Halte Fatmawati, sebelahnya lagi ada gedung D’Brasco, The CEO Building, juga gedung Graha Sapta Indra. Berjalan menjauh ketemu Cilandak Town Square (Citos) yang sepanjang trotaoarnya akan mudah ditemukan penjual kopi keliling, beberapa driver ojol dan taksi telihat sedang beristirahat sembari menunggu notifikasi orderan. Ibis Style berdiri megah tepat di sebelah Citos, setelahnya telihat tower Midtown Residence yang berdampingan dengan Talavera Office Park.

Di seberang jalan menjulang gedung JGC, terlihat juga CIBIS park. Sambil mengayunkan langkah saya bisa memandangi kendaraan yang lalu lalang, dari mulai taksi, ojol, busway, angkot, mobil dengan berbagai brand, mulai dari brand sejuta umat hingga mobil keluaran baru yang high end. Semakin bergerak, tak terasa saya mulai berbelok ke arah Jl. Antasari, menyusuri trotoar yang melingkari gedung Alamanda. Di kejauhan terlihat bersahaja gedung 165 tower, Ratu Prabu 2 dan juga gedung Elnusa. Yeay! Itu artinya, kantor saya sudah berjarak sekitar 200 meter lagi di depan, di tanjakan sebelum jembatan penyeberangan orang (jpo) sana. Gerimis mulai menggoda, tetapi tak lama. Baru saja mengeluarkan payung, ia mereda. Tepat 20 menit, sayapun sampai kantor dengan selamat. Bisa menaklukan jarak lebih dari satu kilo jalanan Jakarta. Selamat badan, selamat uang. Bisa hemat 15ribu. Alhamdulillah. Percayalah! Selalu ada blessing in disguised dalam setiap kejadian yang tidak kita inginkan.

Jika diingat ingat, ini adalah jalan kaki terjauh saya selama di Jakarta. Sebelumnya hanya berjarak Balai Kota – Stasiun Gondangdia, atau dari Jl. Bhineka Raya – Jl. Biru Laut. Tapi klo urusan jalan, memang selalu menyenangkan. Perjalanan paling berkesan terjadi belasan tahun yang lalu saat saya hiking dari Dago Pakar hingga Maribaya bersama teman sekos. Itu asli, seru pakai banget. Klo diajak lari saya menyerah -apalagi klo lari dari kenyatan-. Tapi klo diajak jalan apalagi jalan-jalan, siapa takut! Yuk! Ah! Kita come on!

Berjalanlah terus ke depan hingga sampai ke tujuan
Share This: