Parenting

Its all about kids, family, and parenting tips

Parenting

Field Trip Online Medikids Kemang: Seru, Menyehatkan, & Menyenangkan

Salah satu hikmah terbaik yang dirasakan disaat pandemi seperti ini adalah dapat berkumpul dengan seluruh anggota keluarga. Sesuatu hal yang sulit dilakukan ketika masa-masa normal dimana masing-masing dari anggota keluarga memiliki rutinitas dengan waktu dan tempat yang berbeda setiap harinya.

Namun demikian, tantangannya tentu saja ada, dengan berkurangnya aktivitas, dan lebih sering diam di rumah, membuat gerak menjadi sangat terbatas. Ini yang bisa membuat kejenuhan dan dapat mempengaruhi kinerja sehat dalam tubuh. Perlu cara-cara khusus agar kesehatan keluarga tetap terjaga. Untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas misalnya, kita perlu menerapkan protokol kesehatan 3 M secara benar. Jangan lupa menggunakan masker, mecuci tangan sesering mungkin, dan menjaga jarak aman.

Sumber penyakit bukan saja berasal dari Corona Virus yang sedang mengancam akhir-akhir ini, tetapi ada banyak beragam virus dan bakteri yang sewaktu-waktu bisa singgah dan betah di tubuh kita. Oleh karena itu perlu banget berkegiatan sehat agar tubuh tetap bugar dan segar meskipun di rumah aja.

Aktivitas Sehat Bareng Keluarga

Setidaknya ada tiga aktivitas menyehatkan yang bisa dilakukan di rumah bersama keluarga, diantaranya:

Membersihkan Rumah

Kegiatan ini merupakan rutinitas sehari-hari yang bisa melibatkan seluruh anggota keluarga, termasuk si kecil. Bungsu saya selalu excited jika ditugaskan hal yang sama dengan yang saya kerjakan, seperti menyapu, mengepel, cuci piring, atau berantakin peralatan masak ketika saya sedang memasak. Ini bagus untuk motoriknya daripada dibiarkan larut dengan gadget berkepanjangan.

Deana lagi nyapu

Bermain Bersama

Banyak sekali bentuk permainan yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Dan untuk kebugaran, kami biasanya bersepeda bareng. Tidak perlu gowes puluhan kilo, cukup keliling komplek agar berkeringat dan terkena sinar matahari.

Field Trip

Kegiatan satu ini menjadi favorit keluarga kami. Karena anak-anak bisa belajar dari tempat-tempat baru yang dikunjungi. Tapi sejak pandemi, bepergian ke luar rumah kami batasi. Namun demikian, tidak menghalangi kami untuk tetap bisa berekreasi. Beruntung saya dan si kecil berkesempatan untuk dapat mengikuti field trip online yang diselenggarakan oleh Medikids Kemang. Pengalaman hebat buat si kecil.

Starter Kit

Sebelum acara, kami sudah dibekali stater kit yang berisi masker, sikat gigi berikut pasta giginya, crayon, hingga printable Do It Yourself (DIY) untuk diwarnai si kecil juga brosur-brosur Medikids Clinic. Semuanya lengkap dan sangat menarik. Anak saya malah sudah mewarnai -secara abstrak- masker yang diberikan saking gemesnya dengan Si Merah Captain Medi.

Starter Kit Field Trip Online Medikids
DIY

Webinar

Rabu, 11 November 2020 menjadi waktu yang ditunggu. Karena pada hari itu field trip secara online dilaksanakan. Pembicara utama pada saat itu adalah drg. Saskia Karenina yang merupakan dokter gigi di Medikids Clinic. Secara sederhana drg. Saskia menjelaskan secara detail terkait kesehatan gigi mulai dari struktur gigi, cara merawat gigi, hingga cara sikat gigi yang benar lengkap dengan peraga sehingga anak-anak yang mengikuti field trip ini bisa langsung mencontoh.

Brush Your Teeth Dance With Captain Medi

Sebelum puncak kegiatan, setelah drg. Saskia memberikan materi yang sangat bergizi, ditayangkan Brush Your Teeth Dance With Captain Medi yang gerakannya mudah diikuti oleh si kecil. Anak saya suka sekali menirukan gerakan-gerakannya. Ajakan sikat gigi secara baik dan benar melalui audio visual seperti ini sangat cocok bagi anak-anak. Mereka akan mudah memahami dan mengikuti, tidak hanya gerakan dance nya tetapi juga lirik lagunya yang easy listening. Up and down left to right brush and brush lalala

Clinic Tour

Nah! Sesi ini menjadi sesi yang paling dinanti. Pada sesi ini, kita diajak berkeliling untuk dapat melihat keseluruhan ruangan yang ada di clinic. Dari pintu masuk kita sudah melihat warna yang eye catching. Dengan dominan warna merah yang ceria, terdapat ornamen baling-baling di fasad dinding. Suasana terasa masuk ke dalam pesawat, apalagi ketika ditemukan tulisan “boarding gate” di area Receptionist.

Kekaguman bertambah ketika mulai masuk ke ruangan utama. Kita serasa diajak berkeliling dunia, dengan menghadirkan nuansa negara-negara Asia, Eropa dan Amerika. Masuk dari front office, kita tiba di London Play Hospital dengan pemandangan Tower Bridge dan The London Eye sebuah kincir raksasa yang wajib dikunjungi para turis kala sedang traveling. Di ruangan ini anak-anak bisa bermain sekaligus belajar menjadi dokter gigi. Captain Medi juga gagah menghiasi dinding.

Naik ke lantai berikutnya, kita akan tiba di Jepang, Paris dan Africa. Di ruangan Africa Safari Dental Room, Paris Dental Room, dan Japan Dental Room kita akan menemukan peralatan dental unit dokter yang kinclong, bersih dan rapi, masih dengan hiasan dinding yang sangat meriah dan bikin betah.

Di sisi lain, kita akan menikmati warna wani balon udara Cappadocia di Turkey Dental Room. Kita juga bisa melihat tenaga medis yang profesional di sana. Clinic juga dilengkapi dengan ruangan rontgen.

Turkey Dental Room

Terakhir kita bisa jalan-jalan melihat patung Liberty New York di Amerika General Room.

Amerika General Room

Semuanya terkonsep ramah anak, sehingga si kecil tidak perlu takut untuk bertemu para dokter baik hati. Selain itu, Medikids Clinic sudah mengikuti protokol kesehatan yang baik, dental unit didesinfeksi menggunakan cavewives, sehingga kita bisa melakukan perawatan yang nyaman di sana.

Shopping Bag Medikids

Kejutan masih terus berlanjut. Kami dihadiahi shopping bag yang kece abis. Berbahan parasut dan bisa dilipat, desainnya menarik dan kekinian dengan kalimat-kalimat rayuan yang bikin gemes.

Medikids Kemang

Medikids Kemang merupakan clinic yang sebelumya berada di Jl. Benda No. 98. Namun sejak 23 Oktober 2020, Medikids Kemang berpindah lokasi ke Jl. Ampera Raya No.5A, RW.8, Pejaten Barat, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Medikids Kemang menjadi pilihan tepat keluarga sehat, karena merupakan salah satu one stop clinic.  Selain melayani dental, Medikids Kemang melayani vaksin (anak dan dewasa) serta kesehatan umum. Medikids Kemang juga melayani home visit. Jadi tidak perlu khawatir ke luar rumah. Dokter profesional siap mengunjungi.

Di bawah ini merupakan daftar harga untuk setiap layanan di Medikids Kemang.

Daftar Harga Perawatan Gigi Anak
Daftar Harga Vaksin Anak
Daftar Harga Vaksin Dewasa

Selain perawatan, Medikids menyediakan kebutuhan dental dan kesehatan lainnya di marketplace. Dapatkan semuanya dengan mudah sesuai dengan kebutuhan kita.

Setiap kunjungan anak terlayani dengan baik dan tanpa antri karena pelayanan disesuaikan dengan jadwal kedatangan. Untuk reservasi dan Info Pelayanan Medikids Kemang dapat menghubungi:
Ph. 021 227 15917 / 0811 – 1895 – 531

“Health is a state of complete harmony of the body, mind and spirit. When one is free from physical disabilities and mental distractions, the gates of the soul open.” – B.K.S. Iyengar

Sumber Foto:

  • Dokumentasi Medikids Clinic
  • Dokumentasi Pribadi
Share This:
Parenting

Bolehkah Laki-laki Suka Warna Pink?

Hikmah wfh & sfh beberapa bulan ini membuat saya dan anak lanang lebih banyak berdiskusi. Ada saja yang jadi bahan obrolan. Dan kebanyakan yang dibahas tentang gadget atau spek PC yang sungguh sayapun klo urusan itu pasti bertanya sama pakarnya Lana Wijaya.

Imaginasinya lagi pengen jadi YouTuber. Mamak cukup mengiyakan saja. Mau jadi apapun, asal jangan pernah tinggalin sholat, ngaji, jaga hafalan, jaga adab, lanjoootkan.

Diantara banyak pertanyaan yang saya tidak paham, ada satu yang menarik dan tergelitik untuk saya tulis di sini. Si sulung bertanya: “emang ga boleh, ya, ma, klo cowok suka warna pink?”. Nah! Lo. Hampir kaget dong. Sebetulnya sudah beberapa hari ini yang dibicarakan tentang warna pink. Mulai dari mouse, sampai set pc gaming. Dia tunjukin ke saya. Lucu, ya, ma. Iya, saya bilang. Dan memang beneran cute. Terus habis itu saya masih bertanya padanya “masa aa mau pake warna pink?”. Tapi begitu saya ditanya balik “salah ya klo cowok suka warna pink?”. Saya jadi berpikir lain. Akhirnya saya jawab “tentu saja tidak”. “Tapi kenapa warna pink selalu dihubungkan dengan perempuan?” Kejarnya. “Karena stigma yang terbentuk di masyarakat seperti itu. Klo laki-laki pakai warna pink seringnya dibilang feminin dan kayak cewek”. “Oh iya juga, ya” katanya “Jadi boleh ma, aa set warna pink”. “Boleh” dengan yakin saya bilang.

Kece kan? Sumber: https://fantechmalaysia.com

Soal warna pink. Meski seorang perempuan, saya baru belakangan saja mulai berminat pada hal-hal yang berbau pink. Sebelumnya tidak sama sekali. Bagi saya, pink terlalu feminin, dan saya merasa bukan saya banget. Saya dulu suka sekali warna biru. Apalagi melihat biru langit dan laut (kode sih ini 😝). Sebelum akhirnya berlabuh ke warna coklat yang bagi saya terlihat lebih elegan dan bijaksana.

Stigma saya tentang laki-laki yang suka warna pink berakhir sejak anak laki-laki saya mulai meliriknya sebagai pilihan. Karena memang tidak ada yang salah dengan itu. Tentu saja boleh dan halal. Kesukaan terhadap warna tidak berhubungan dengan gender. Selama ini, secara tidak sadar kitalah sebagai orangtua dan masyarakat yang membentuk kecenderungan itu.

Lihat saja. Dimulai dari ketika bayi lahir, bayi perempuan akan dbelikan dan dikirimi banyak kado-kado berwarna pink, sementara bayi laki-laki berwarna biru. Dan itupun saya lakukan 🙈. . Padahal, pada abad ke-18 lalu, warna pink dikhususkan untuk laki-laki. Karena dianggap sebagai warna yang kalem, melambangkan semangat dan aktif, mewakili sifat maskulinitas seorang lelaki. Tetapi kemudian muncul lukisan karya Henry Huntington seorang Millioner asal Amerika yang berjudul “The Blue Boy” dan “Pinky”. Maka konon, sejak saat itulah warna pink berubah menjadi identik dengan perempuan. Dan jika ada cowok yang suka apalagi pakai sesuatu yang warna pink seringkali masih jadi sesuatu hal yang seolah olah tidak diterima khalayak.

Sumber: https://www.thehuntingtonstore.org

Sementara itu, sekarang sudah banyak beredar kemeja laki-laki atau dasi bahkan smartphone atau laptop yang warnanya pink dan keren. Stigma di masyarakat rupanya mulai bergeser lagi. Sudah banyak ditemui cowok-cowok yang pede menggunakan aksesoris-aksesoris dengan warna pink.

So, cowok suka warna pink? Why not? Kece kok dan terlihat cool 😉

Sumber: https://www.hipwee.com/

Share This:
Parenting

Remedial, Hal Baik atau Aib!?

“Accept the children the way we accept trees—with gratitude because they are a blessing—but do not have expectations or desires. You do not expect trees to change; you love them as they are.” 

– Isabel Allende –

“Ma, aa remedial”. Ujar si Sulung setengah bergumam. Nadanya biasa saja. Datar. Saya tanyakan mata pelajaran apa. Bahasa Indonesia ujarnya. Tidak terlalu kaget, dia rupanya sudah menduga sejak Penilaian Tengah Semester (PTS) berlangsung. Susah, ma. Aa ga paham katanya. Hari berikutnya, dia lapor lagi klo ada mata pelajaran yang harus diulang. Kali ini PPKN. Lagi-lagi tidak mengejutkan. Ketika PTS berakhir, dia mengatakan PPKN aa ga ngerti.

Kecewa? Tentu saja. Rasanya setiap orangtua selalu menginginkan anaknya memberikan nilai paripurna untuk setiap mata pelajaran. Termasuk saya. Apalagi, remedial ini baru kali pertama terjadi sejak dia masuk sekolah. Sesuatu yang baru bagi saya dan anak saya. Tapi remedial bukanlah akhir dari segalanya. Bukan aib atau hal yang memalukan. Setiap kejadian akan menjadi sebuah kebaikan jika kita menanggapinya dengan bijak.

Setelah menerima Laporan Perkembangan Siswa (LPS) saya gemas melihat nilai PPKN dan bahasa Indonesia yang memang di bawah KKM, dan terlonjak ketika melihat nilai matematika yang sempurna, dua bahasa asing dan PAI yang juga nyaris sempurna. Belum lagi dengan minatnya yang lain. Lalu apakah saya masih harus menuntut lebih darinya? Padahal saya juga tidak pernah sempurna. Nilai-nilai saya sekolah biasa-biasa saja. Orangtua saya sangat bebas. Belajar harus, tapi perkara hasil itu urusan lain. Maka itu juga yang coba saya terapkan dalam mendidik anak-anak saya.

Remedial Itu Baik

Remedial adalah perbaikan atau mengulang. Biasanya ditujukan untuk siswa yang memiliki nilai rendah atau di bawah yang diharapkan. Namun, jika kita melihat lebih luas, remedial bisa kita terapkan dalam sisi kehidupan yang lain. Remedial merupakan salah satu bentuk kegagalan yang harus disikapi dengan pikiran yang terbuka agar memperoleh hasil yang lebih baik. Bagi saya, remedial ini bagus untuk perkembangan dan  pembelajaran. Ada beberapa hal positif yang bisa kita ambil ketika kita dihadapkan dalam sebuah remedial:

  1. Ketika terpaksa harus melakukan ujian/tes ulang, mau tidak mau harus kembali mempelajari materi. Semakin sering dan semakin banyak mempelajari materi, maka akan semakin baik pemahamannya dan kemungkinan untuk memperoleh nilai lebih tinggi juga lebih besar.
  2. Mendapat kesempatan untuk mengevaluasi cara belajar yang efektif. Jika sebelumnya cukup hanya dengan membaca, karena ada remedial, harus ditambah merangkum materi misalnya, bikin games, dan lain sebagainya.
  3. Dengan remedial, bisa mengetahui kesalahan yang dilakukan sehingga bisa lebih waspada, lebih bekerja keras.
  4. Bisa lebih menghargai, baik menghargai waktu, guru, ataupun mata pelajaran. Karena tidak ada hal yang sulit jika mau belajar dengan lebih tekun.
  5. Menjadi pelajaran hidup. Bahwa dalam hidup akan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tetapi kita harus dapat menerimanya dengan lapang dada.
  6. Belajar bertanggungjawab, bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap apa yang dilakukan. Karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Sedikit usahamu, jangan berharap besar hasilnya, begitu pula sebaliknya.

Cara Menyikapi Anak yang Remedial

Hal yang penting dilakukan ketika dapat laporan dari anak bahwa dia remedial adalah bersikap setenang mungkin dan tidak bereaksi berlebihan tidak menyalahkan atau menyudutkan anak sehingga membuat anak terluka. Dengarkan apa yang ingin disampaikannya sebelum kita bertanya kenapa bisa remedial. Setelah kondisi aman, baru kita lakukan beberapa evaluasi seperti berikut ini:

  1. Bertanya pada anak, kenapa bisa remedial.  Biarkan anak belajar menganalisis dan mengevaluasi apa yang sudah dialaminya. Sehingga dia tahu why nya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mencari solusi perbaikannya seperti apa.
  2. Mendengarkan keluhannya. Baik dari sisi teknis maupun non teknis.
  3. Diskusi dengan gurunya. Sampaikan kondisinya, dan berikan masukan dan saran dengan cara yang baik jika diperlukan.
  4. Merubah pola belajar anak. Diskusikan dengan anak cara belajar seperti apa yang paling nyaman dilakukan.
  5. Menjaga kepercayaan dirinya jangan sampai meluncur bebas, dengan tetap memberi apresiasi sekecil apapun usaha anak

Setiap Anak Adalah Istimewa

Kita melihat dan mencintai anak kita tanpa syarat. Artinya, kitapun harus dapat melihat anak secara keseluruhan, lahir batin. Dan, kita tidak bisa menjadikan anak kita sepenuhnya seperti apa yang kita mau, karena mereka memiliki catatan hidupnya sendiri. Kita hanya bisa sebagai peta petunjuk arah agar mereka tidak tersesat.

Begitupun dengan kecerdasan dan kepandaian. Setiap anak memiliki kelebihannya sendiri. Ada yang pintar bawaan lahir, tanpa perlu bekerja keras belajar, cukup menyimak penjelasan guru/dosen langsung paham dan ingat sepanjang masa. Ada yang harus distimulasi terlebih dulu. Perlu review satu dua kali sebelum jelas. Ada juga yang memerlukan catatan panjang yang rapi, butuh belajar yang terus menerus, lagi dan lagi sampai bisa. Ada yang top di semua mata pelajaran akademik, ada yang menonjol di beberapa mata pelajaran saja, ada yang keren di bidang olahraga, ada yang sungguh hebat di bidang seni, ada yang luar biasa di bidang keagamaan, ada yang bikin kagum karena sikap santun dan keramahannya, dan lain sebagainya. Jika ditulis satu persatu, rasanya tidak ada anak yang tidak istimewa. Setiap darinya diberikan kekhasan tersendiri.

Yang kita tahu saja, kecerdasan itu terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

IQ (Intelligence quotient)

IQ ini yang seringkali menjadi ukuran kepandaian seseorang, padahal ada lagi kecerdasan-kecerdasan lainnya yang tidak bisa kita anggap sebagai hal kecil.

EQ (Emotional Quotient)

Dengan EQ yang baik, seseorang akan mampu menanggapi dan mengendalikan emosi yang  hadir pada dirinya.

SQ (Spiritual Quotient)

Seseorang yang memiliki kecerdasan SQ yang baik akan bisa menerima setiap kejadian yang menimpa dirinya dengan hati yang lapang. Dapat melihat sebuah permasalahan dari sisi positif, dan memiliki keyakinan bahwa setiap kejadian akan selalu ada kebaikan yang mengikutinya.

AQ (Adversitas Quotient)

AQ merupakan kemampuan bertahan hidup. Kuat menghadapi tantangan, dan tidak pantang menyerah. Ada 3 (tiga) jenis kecerdasan AQ, yang terdiri dari Quiters,  yaitu orang yang suka lari dari masalah. Kemudian Campers, yaitu orang yang cepat merasa puas. Dan yang ketiga adalah Climbers. Orang-orang dengan tipe AQ Climbers memiliki keinginan untuk terus maju meskipun berada dalam tekanan.

TQ (Trancendental Quotient)

Kecerdasan TQ merupakan kecerdasan yang didasarkan pada agama dan kepercayaan kepada Tuhan. Dengan kecerdasan ini, orang dapat memahami hakikat tentang kehidupan di dunia dan kehidupan setelah kematian. Kecerdasan TQ bisa dilihat dari cara beribadah atau mempelajari kitab suci serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kelima macam kecerdasan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan, Tuhan telah memberi kesempurnaan kepada anak-anak kita sebagai makhluk yang utuh, dianugerahi akal untuk berpikir, dan diberi hati untuk merasakan. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk mampu membentuknya sebagai manusia yang bisa bermanfaat dan dapat menebar kebaikan di muka bumi sehingga mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan setelahnya.

“I believe the children are our future. Teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they possess inside”

-Whitney Houston-

Share This: