Writing

SINERGI POLA DERMA DI MASA PANDEMI

Abdurrahman bin Auf  sangat sedih mendengar kabar bahwa Rasulullah Muhammad SAW mengatakan bahwa dirinya bila masuk surga menjadi orang yang terakhir karena hisab atas kekayaannya yang luar biasa. Segala cara dilakukan agar dirinya jatuh miskin. Termasuk melakukan transaksi yang dianggap gila, yakni membeli kurma busuk yang mustahil bisa laku terjual. Kemiskinan nyatanya justru menjauh dari kehidupan Abdurrahman bin Auf, alih-alih bangkrut, beliau malah makin kaya raya karena pemerintah negeri Yaman justru membeli kurma busuk yang mengalami fermentasi alamiah dengan harga berlipat dari harga kurma segar sebagai bahan ramuan obat-obatan di tengah endemi yang melanda negeri itu.

Terlepas dari keshahihan perawi cerita di atas, namun seingkali dijadikan narasi untuk memotivasi orang bahwa tindakan berderma tidak akan membuat orang jatuh dalam kemiskinan. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 Allah SWT memberikan jaminan bahwa, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.”

Tradisi untuk menyumbang sebagai bentuk kedermawanan sosial atas kehidupan orang lain yang membutuhkan sejak lama di kenal di Indonesia. Di Jawa Barat dikenal “Beas Perelek” atau Beras Jimpitan di Jawa Timur . Keduanya merupakan budaya berbagi beras yang bertujuan untuk mengantasipasi adanya krisis pangan di masyarakat. Praktek berbagi yang kini mulai menghilang tersebut sebetulnya sangat relevan dengan kondisi pandemi yang meluluh lantakkan hampir semua sektor yang berdampak pada menurunnya pendapatan, membuat sebagian warga masyarakat kesulitan untuk memperoleh kebutuhan pangan, berbagi beras tersebut menjadi salah satu kegiatan yang bisa menumbuhkan semangat berbagi di era baru.

Di komplek saya misalnya, sejak adanya kasus positif Covid-19 terkonfirmasi, beas perelek mulai digalakkan kembali. Setiap hari Sabtu, penjaga masjid atau Marbot akan berkeliling ke rumah warga untuk mengambil beras sekaligus kotak sumbangan uang (kencleng) yang sebelumnya sudah dibagikan. Sesuatu yang sederhana ini menjadi sangat berguna ketika sudah terkumpul. Hasilnya, selain untuk keperluan warga, juga bisa disalurkan untuk kebutuhan warga sekitar. Keluarga yang sedang melakukan isolasi mandiri sudah tidak perlu lagi khawatir akan ketersediaan pangan atau kebutuhan lainnya. Pihak RT beserta satgas dan warga komplek bahu membahu untuk senantiasa memenuhi kebutuhan keluarga yang sedang karantina. Semangat berbagi di era baru seperti saat ini sangat dibutuhkan, apalagi bagi keluarga yang positif. Bantuan kita menjadi dukungan yang dapat memulihkan, baik fisik maupun mental. Beas perelek ini merupakan simbol gotong royong yang menjadi salah satu ciri khas bangsa Indonesia dan menggalakannya berarti merawat tradisi.

3 Konsep Berderma

Dalam Agama Islam dikenal adanya 3 konsep tentang berderma yakni Zakat, Infaq dan Shodaqah. Pembeda ketiganya terletak pada ketentuan dan kewajiban untuk mengeluarkan. Jika shadaqah dan infaq tidak ditentukan secara pasti berapa jumlah yang harus dikeluarkan, zakat dibatasi oleh peraturan-peraturan pada saat kita akan mengeluarkannya. Seperti halnya rukun Islam lainnya, zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh semua muslim juga ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Penerima zakat yang disebut dengan Mustahiq pun sudah ditentukan kategori penerimanya dalam delapan golongan (asnaf). Zakat terdiri dari dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan dan didistribusikan sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri, sedangkan zakat maal dilakukan satu tahun satu kali terhadap harta yang dimiliki setelah mencapai nisab. Pengumpulan, pengelolaan dan pendistribusian zakat haruslah mendasarkan pada prinsip prioritas dengan memperhatikan asas pemerataan, keadilan, dan kewilayahan.

Sumber: Outlook Zakat Indonesia 2020 – Puskas BAZNAS

Zakat sejatinya merupakan instrumen ekonomi untuk menanggulangi kemiskinan. Dalam zakat terkandung  mekanisme transfer redistribusi pendapatan dari kalangan pembayar zakat kepada fakir miskin. Tidak berlebihan bila zakat merupakan solusi mengatasi kemiskinan mengingat potensi sumberdaya/resources penerimaan zakat sedemikian besar bila melihat jumlah umat islam. Di Indonesia saja, berdasarkan kajian Indeks Pemetaan Potensi Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional tidak kurang dari  233 Triliun rupiah atau mencapai 3 persen dari pendapatan domestik brutto (PDB) Indonesia. Namun pengumpulan zakat baru mencapai 8,2 Triliun rupiah atau sebanding 3.4 persen dari potensi pengumpulan zakat secara nasional. Potensi yang fantastis tersebut tentu sangat powerfull untuk mengurai problem kemiskinan di Indonesia yang saat ini diperkirakan memiliki 26,42 juta orang penduduk yang masuk kategori miskin berdasarkan laporan Biro Pusat Statistik.

Berdasarkan Undang-Undang No.23 tahun 2011, Badan Amil Zakat Nasional (BASNAZ) merupakan lembaga yang diberi wewenang untuk melakukan pengelolaan zakat di tingkat nasional yang memiliki cabang hingga di tingkat kabupaten di seluruh Indonesia. Operasiol BAZNAS melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Hak Amil. Sedangkan BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Hak Amil, serta juga dapat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Adapun masyarakat dimungkinkan mendirikan lembaga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Pembentukan LAZ wajib mendapat izin Menteri atau pejabat yang ditunjuk oleh Menteri. LAZ wajib melaporkan secara berkala kepada BAZNAS atas pelaksanaan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat yang telah diaudit syariat dan keuangan seperti halnya yang dilakukan oleh Yayasan Ukhuwah Care Indonesia yang selanjutnya disebut dengan LAZ UCare Indonesia, didirikan dengan akta Notaris No. 01 pada tanggal 03 Oktober 2017. Izin operasional sebagai Lembaga Amil Zakat tingkat Kota Bekasi No. 1312 Tahun 2018 dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat diperoleh pada tanggal 30 Agustus 2018. Adapun fokus kegiatannya adalah mengelola dana zakat, infaq, shodaqoh dan dana sosial lainnya, termasuk dana tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility)

Sumber: Outlook Zakat Indonesia 2020 – Puskas BAZNAS

Keberadaan organisasi yang melakukan fungsi pengumpul zakat di satu sisi menjadi pelengkap atas keterbatasan lembaga negara yang bisa menjangkau hingga pelosok di tanah air, namun di pihak lain memungkinkan adanya persaingan strategi penggalangan zakat. Bahkan beberapa organisasi memiliki sumber daya manusia dan keuangan yang melintasi wilayah geografis tempat lembaga pengumpul zakat lainnya. Pada titik tersebut perlu perangkat aturan agar masing-masing lembaga pengumpul zakat tidak saling berkompetisi.  Sinergi antar lembaga menjadi krusial agar potensi pola derma yang ada di masyarakat dapat dioptimalkan.

LAZ sebagai organisasi yang bertunas di komunitas perlu memiliki integrasi data penerima manfaaat bersama BASNAZ agar dapat melakukan fungsi pengelolaan, terutama distribusi menjadi lebih sistematis dan efektif. Antar lembaga perlu membuat inovasi pengelolaan zakat tidak semata-mata bersifat karitatif namun juga membuat manfaat zakat menjadi instrumen yang mendorong aspek produktif.

Sumber: Facebook LAZ UCare

Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog LAZ UCare Indonesia 2020.

Share This:
My Work

Mengelola Tim dengan Hati, Mengoptimalkan Peluang Blog dengan Percaya Diri, Didukung IM3 Preuneur yang Sangat Mengerti Para Entrepreneur Sejati

Belakangan, saya sudah jarang sekali bekerja secara mandiri. Sekarang saya lebih sering bekerjasama dengan tim. Yang fenomenal, ketika saya mengerjakan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) beberapa waktu lalu. Pernah mendengarnya? Betul sekali. PTSL merupakan sebuah program strategis pemerintah melalui kementrian ATR/BPN untuk masyarakat mendapatkan kepastian hukum (sertifikat hak) atas kepemilikan tanah. Program ini ditargetkan selesai pada tahun 2025 di seluruh Indonesia. Jika teman-teman pernah melihat Bapak Presiden membagi-bagikan sertifikat secara masal di daerah, itu adalah hasil kerja PTSL yang pada pelaksanaannya melibatkan banyak orang.

Saya di Depan Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan

Pengelolaan Tim

Perusahaan yang ingin mengikuti proyek PTSL setidaknya harus memiliki tim inti paling tidak sepuluh orang per satu paket sepuluh ribu bidang. Ditambah dengan beberapa orang lokal yang biasanya diambil dari desa setempat. Kemarin, saya harus menemukan personil sebanyak dua kali lipat karena mendapatkan pekerjaan dua paket. Tak kurang dari dua puluh orang personil yang kami butuhkan untuk efektivitas pekerjaan. Mengumpulkan orang sebanyak itu bukanlah hal yang mudah, karena yang diperlukan adalah tim yang memiliki kompetensi dan berpengalaman di bidangnya. Pencarian, tahap seleksi, hingga memutuskan siapa saja yang layak menjadi pekerjaan rumah yang cukup rumit.

Komposisi Jumlah Personil untuk Satu Paket PTSL

Sebagai langkah awal penjaringan, saya memanfaatkan laman Facebook.  Mulai dengan membuat fan page hingga membuat postingan lowongan di feed dan berbagai grup yang berkaitan dengan persyaratan personil yang dibutuhkan. Hasilnya cukup efektif, dalam waktu beberapa hari saja, puluhan lamaran tercatat masuk ke email. Berikutnya, seleksi dilanjutkan melalui WhatsApp dan telepon. Sebelum akhirnya dilakukan tatap muka untuk menindaklanjuti pekerjaaan.

Urusan dengan tim ini sangat ketat. Setelah perusahaan masuk nominasi pemenang, seluruh personil wajib dihadirkan sebagai pembuktian bahwa semuanya adalah orang yang nyata dengan segala dokumen asli yang menyertainya. Satu saja tidak bisa hadir, tak ada ampun, langsung gugur. Untuk memastikan semua personil hadir tepat pada waktu yang sudah ditentukan, saya harus melakukan kontak melalui telepon dan whatsapp secara marathon. Hal ini dilakukan berulang hingga benar-benar yakin teman-teman memegang komitmennya. Lagi-lagi diperlukan usaha lebih karena domisili personil tersebar dari Jabodetabek, Bandung, Cilacap hingga Semarang.

Proses Verifikasi Tim

Dalam prosesnya, komitmen memegang peran penting untuk menjaga tim tetap kompak dan solid. Karena sebagus apapun tim leader jika tidak dapat diimplementasikan oleh tim di lapangan, hasilnya akan nihil.

Setiap individu yang berada dalam sebuah tim memiliki kemampuan sesuai dengan porsinya. Masing-masing punya kapasitas dalam menyelesaikan tugasnya. Sebuah tim terbentuk dari beragam latar belakang dan pengalaman. Ada yang cepat tanggap, ada yang pendiam, ada pula yang periang. Namun kekhasan ini menjadi salah satu hal yang dapat memberikan kesuksesan kerja tim. Karena dengan perbedaan itu tim menjadi dinamis, akan selalu terjadi diskusi dua arah yang bisa memperbaiki kinerja tim.

Bersama dengan Sebagian Tim

Dilansir dari www.deakinco.com, keberhasilan sebuah kerja tim juga ditentukan oleh lima faktor berikut:

5 Faktor Keberhasilan Tim Work

Komunikasi

Komunikasi menjadi faktor utama dalam tim. Setiap langkah atau setiap perbedaan pandangan akan suatu metode kerja, harus selalu dibicarakan agar tidak jalan sendiri-sendiri. Dalam sebuah tim selalu ada satu komando yang arahannya berlaku bagi semua anggota tim. Jika ada perbedaan, maka berbicara adalah solusi.

Delegasi

Seorang pemimpin yang baik, entah apapun itu namanya, bisa tim leader, koordinator, supervisor dan lain sebagainya, harus jeli melihat secara keseluruhan anggota tim dalam memberikan mandat agar tugas yang dibebankan sesuai dengan kemampuannya, sehingga tidak terjadi kesalahan penempatan orang atau the wrong man in the wrong place.

Efisiensi

Dengan jumlah anggota tim yang banyak, harus bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat dari tenggat akhir sehingga akan lebih efisien.

Ide

Dengan tim dimungkinkan untuk menggali sesuatu yang baru tentang efektivitas pekerjaan dan ini akan menjadi langkah percepatan dalam penyelesaian pekerjaan.

Dukungan

Dalam tim hendaknya tidak ada yang merasa paling pintar atau hebat, karena satu sama lain harus saling melengkapi dan memberi dukungan demi pencapaian target.

Teknologi Komunikasi

Secara garis besar, tim PTSL saya bagi menjadi dua, yaitu tim lapangan dan tim studio. Keduanya  sama-sama membutuhkan akses internet dengan jaringan kuat. Jika sinyal tidak bersahabat, data koordinat yang terekam di lapangan bisa tidak akurat, sementara untuk tim studio, internet dibutuhkan untuk upload hasil pengolahan data ke aplikasi juga berkoordinasi dengan pihak stake holder.

Tim Kerja Studio
Tim Kerja Lapangan

Karena pekerjaan PTSL ini merupakan pekerjaan partisipatif yang bekerjasama dengan pemerintah desa dan warga, maka kami diharuskan tinggal di desa selama hampir enam bulan. Salah satu kendala ketika tinggal di desa tentu saja masalah persinyalan dan koneksi internet. Provider jaringan internet kabel ataupun fiber belum masuk, pilihannya harus menggunakan internet satelit yang biaya pasangnya di atas satu juta rupiah karena harus memasang tower sendiri atau memanfaatkan modem. Demi efisiensi, kami memilih menggunakan modem dengan harapan bisa dipakai oleh semua orang yang ada di basecamp. Tapi ternyata saya salah. Membeli kuota sebesar 25 Giga Byte (GB) dengan harga 100 ribu hanya bertahan paling lama selama satu minggu. Jika dihitung harga per bulan, mencapai 400 ribu sebesar 100 GB. Ini baru internet yang digunakan tim studio untuk satu dua orang saja, belum lagi internet untuk tim lapangan. Terus terang kami sedikit kerepotan masalah koneksi ini, karena hampir semua tahapan pekerjaan membutuhkan akses internet. Tim perlu akses 24 jam agar data bisa terlaporkan. Baik jaringan telepon maupun internet harus paripurna layanannya.

Pemakaian Kuota Dalam Satu Bulan

Tidak bisa dipungkiri lagi, internet sudah menjadi kebutuhan dasar pada jaman sekarang ini. Dari mulai bekerja, berjualan, hingga sekolah sudah dilakukan secara online. Belum lagi kebutuhan bermedia sosial, nonton video, belanja online, browsing, dan lain sebagainya. Memiliki kuota data  sudah seperti kebutuhan pokok saja. Tahun 2018, hasil laporan penelitian Ericsson Mobility Review, rata-rata pemakaian kuota per bulan di Indonesia sudah mencapai 5 GB. Jika kita hitung tahun 2020, dengan semakin banyaknya kebutuhan online, bukan tidak mungkin satu bulan bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan Giga Byte. Dalam masa pandemik apalagi, saat sekolah dan universitas melakukan pembelajaran jarak jauh, 1 siswa bisa menghabiskan 1 GB per hari.

Pengeluaran bulanan tentu saja bertambah dengan kebutuhan internet ini. Namun demikian, dalam keadaan apapun kita sedapat mungkin mempraktikan prinsip ekonomi dimana pengeluaran seminimal mungkin tetapi bisa mendapatkan keuntungan sebesar besarnya. Jika ada yang terjangkau, ngapain harus bayar mahal? Begitu kira-kira. Kita akan mencari provider yang bisa mengakomodir kebutuhan internet dengan kuota yang besar dan juga bisa digunakan untuk kolaborasi tim dengan harga yang affordable.

IM3 Ooredoo Preneur

Indosat Ooredoo sebagai salah satu operator selular terbaik di Indonesia, senantiasa memberikan layanan yang selalu mengagumkan. Berkomitmen terhadap kemajuan dunia digital Indonesia ke arah yang lebih baik, Indosat dengan IM3 Ooredoo nya menawarkan internetan cepat di jaringan data kuat.

IM3 Ooredoo memiliki tujuh keunggulan yang bisa dimanfaatkan pelanggannya sebagai berikut:

  1. Setiap orang bisa online dengan akses cepat
  2. Bisa internetan 24 jam
  3. Memiliki feature pulsa safe yang membuat pulsa tidak terpotong sehingga internetan tetap aman dan asyik
  4. Sisa kuota tidak hangus meskipun masa aktif sudah habis
  5. Terdapat pilihan pasca bayar dengan biaya tetap setiap bulannya
  6. Bisa menggunakan aplikasi MyIM3, yang akan memudahkan pengguna mendapatkan informasi tentang cek pulsa, isi pulsa, kontrol data, dan lain lain
  7. Internet makin kuat di lebih dari 3.500 kecamatan di seluruh Indonesia dan akan terus diperluas

Penawaran terbaru dari IM3 Ooredoo adalah IM3 Preneur yang merupakan Small Medium Enterprise (SME) di Indonesia yang ingin memberikan kemudahan tunjangan komunikasi bagi karyawan nya. Di dalam paket ini, pelanggan bisa membagikan kuota, nelpon ke operator lain dan juga kuota bisnis kepada karyawanya. Bagi saya, ini menjadi langkah proaktif dan progresif pihak Indosat pada pelanggannya, bisa menjadi solusi komunikasi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

IM3 Preneur: Bisnis Lancar, Meski dari Rumah

Setidaknya ada empat kebaikan IM3 Preneur yang bisa kita manfaatkan sebagai berikut:

4 Keunggulan IM3 Preneur

Kuota Besar

Dengan IM3 Preneur kita bisa memperoleh kuota hingga 320 GB

Group Share

Paket IM3 Preneur bisa dibagikan ke semua tim hingga 25 orang dan bisa buat group sesuai kebutuhan bisnis kita

Sharing Quota

Bebas berbagi menit nelpon dan kuota sesuai aplikasi yang dibutuhkan masing-masing tim

Mempermudah Bisnis

Mempermudah berbagai tim untuk kolaborasi dan berkembang lebih maju bersama-sama tanpa ribet

IM3 Preneur menyediakan berbagai pilihan paket yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan.

Pilihan Paket IM3 Preneur

Setelah mengetahui berbagai kelebihan IM3 Preneur, saya sudah tidak galau lagi menghadapi musim PTSL tahun depan. Mengingat pada akhir tahun ini akan kembali masuk masa bidding PTSL, dimana mulai tahap awal hingga akhir pekerjaan akan selalu memerlukan kuota dan telepon yang bisa dibagikan ke tim secara proporsional, IM3 preuneur menjadi pilihan tepat dan solusi terbaik. Dengan tiga pilihan banyak kuota, plus tidak ada data hangus jika masih berlebih di akhir bulan, masih ditambah dengan bonus gratis telepon dengan sesama maupun antar provider, sangat cocok digunakan untuk saya dan tim agar komunikasi selama pekerjaan berlangsung bisa berjalan semakin baik, lancar, efektif juga efisien.

Kemudahan IM3 Preneur

Saya dan Blog

Keseruan bekerja sama dengan tim, berinteraksi dengan banyak orang yang berbeda karakteristik, juga ketegangan dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ditemui di lapangan, sangat mendukung kesenangan saya dalam menulis. Setiap detail kejadian yang saya alami bisa kembali saya ceritakan ulang dalam bentuk tulisan yang menarik dan unik. Sejujurnya, media paling tepat tempat saya menuangkan segala hal yang ada di dalam pikiran dan yang dirasakan adalah blog. Dengan menulis di blog, saya bisa menumpahkan semua isi kepala tanpa harus dibatasi dengan jumlah karakter atau kata.

Sejarah perblogan saya bisa dibilang penuh drama. Mulai kenal blog sekitar tahun 2005, saya buat www.tawadhu.blogspot.com. Pada saat itu saya sedang berada di puncak semangat menulis. Kebetulan sedang jatuh cinta pula pada suami, maka isinya hanyalah kealayan belaka. Tahun 2009 pindah rumah ke Multiply dengan tajuk www.cintasempurna.multiply.com. Isinya sudah mulai beranjak dewasa dan lebih berasa. Betah sekali di sana, karena selain menulis, banyak feature yang bisa diotak atik agar tampilan lebih ciamik. Malang tak bisa ditolak, saya ditinggal Multiply ketika sedang sayang-sayangnya pada Mei 2013. Mulai tahun 2015, saya baru memberanikan diri untuk membuat blog dengan domain dan hosting berbayar. Sayang, karena ketidak konsistenan, saya tetap saja menjadi blogger wannabe sampai saat ini dan harus rela blog saya digusur beserta semua isinya setelah tiga tahun berjalan karena tak bisa bayar uang sewa.

Mengingat banyak kebutuhan publikasi akan berbagai informasi yang ingin saya sampaikan ke khalayak, juga banyak segala rupa yang bergumul di kepala untuk ditata menjadi kata-kata, salah satunya memperkenalkan Kantor Jasa Surveyor Kadaster Berlisensi (KJSKB) saya agar bisa dikenal banyak orang, serta untuk memudahkan penjaringan personil, awal tahun ini, saya membulatkan tekad untuk mengambil lagi www.liaindriati.com dengan harapan bisa panjang umurnya sehingga setiap pemikiran yang saya tuliskan dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.

Dulu, saya hanya menganggap blog itu sebatas ruang untuk menulis saja. Ternyata banyak sekali peluang yang bisa dioptimalkan dari blog, apalagi setelah saya mengikuti rangkaian webinar yang diselenggerakan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) & IM3 sebanyak tiga episode secara berturut-turut. Saya memperoleh banyak insight dari sana. Mata saya terbelalak, ada banyak yang tersembunyi yang baru saya lihat.

Webinar Episode 23

Semakin tak terbendungnya perkembangan teknologi informasi saat ini, semakin banyak juga peluang yang bisa diambil dari ketekunan menulis di blog. Salah satunya adalah berjejaring. Blog bisa menjadi wadah untuk berdiskusi dan sarana silaturahmi. Dari sini pula kemungkinan memperoleh penghasilan dari blog bukan lagi sekedar mimpi, tapi kenyataan yang bisa diraih dengan pasti. Itulah salah satu keuntungan dari silaturahmi, membuka pintu rejeki.

Menurut Mbak Widyanti Yuliandari, ketua umum komunitas IIDN, dua hal yang tidak bisa dilepaskan untuk menjadi seorang blogger adalah kegiatan membaca dan menulis. Seringlah membaca, mendengar, melihat dan merasakan, lalu menulislah lagi dan lagi. Semakin banyak tulisan yang dihasilkan, kita akan semakin mahir dan terlatih, insting kita pun akan kian terasah untuk dapat merangkai diksi dengan lentur dan enak dibaca.

Pada rangkaian webinar episode ke-23 tentang “Menulis Konten Berkualitas Part 2” beliau menyampaikan beberapa tips bagaimana agar blog kita diminati banyak orang dan atau bahkan dilirik klien potensial hingga bisa memenangkan lomba dengan hadiah-hadiah yang bikin ngiler.

Dalam paparannya, Mbak Wid menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh tulisan konten yang berkualitas sebagai berikut:

6 Strategi Menulis Konten Berkualitas

Merumuskan Tema

Dalam menentukan tema kita harus peka terhadap lingkungan sekitar agar bisa mengambil hal-hal menarik yang dapat diangkat sebagai bahan tulisan namun juga tidak boleh abai akan kenyamanan kita pada saat menuliskannya.

Bahan Tulisan

Materi tulisan harus dapat dipertanggungjawabkan, bisa dipercaya dan kompeten pada bidangnya, tidak terpaku hanya pada salah satu sumber sehingga tulisan bisa lebih variatif. Bahan tulisan bisa juga berasal dari pengalaman pribadi. Tulisan yang berasal dari pengalaman pribadi biasanya feel nya akan sangat terasa karena sudah teruji, telah dibuktikan, dan hasil dari liputan atau kunjungan sendiri.

Strategi Penggunaan Referensi

Agar sebuah tulisan semakin bermutu, tentunya kita harus menggali informasi sebanyak mungkin. Jika dari hasil membaca referensi, telebih dulu kita harus memahaminya secara menyeluruh, membuat poin-poin penting sehingga dapat menuliskannya dengan bahasa sendiri. Hindari copy paste agar tidak terjebak pada plagiarism.

Judul

Judul sebaiknya mengandung keyword yang akan memudahkan dalam pencarian. Judul juga harus menarik sehingga mengundang penasaran banyak orang untuk mau membacanya. Judul tidak boleh PHP atau bahkan menipu yang tidak berkesusaian dengan isi, dan judul tidak boleh typo karena orang akan menginterpretasikan lain apalagi jika typonya banyak.

Opening dan Closing

Seseorang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Begitu juga tulisan. Seseorang bisa jatuh cinta pada paragfraf pertama, membawanya untuk terus dan terus membaca hingga akhir paragraf, bahkan setelahnya merasa ingin kembali membaca ulang karenanya. Membuat sesuatu pada opening menjadi hal wajib sebagai magnet agar pembaca mau membaca tulisan kita hingga usai. Sedangkan closing yang baik harus menjadi klimaks dan inti dari keseluruhan tulisan, sehingga pembaca tidak menyesal membaca tulisan kita.

Nyaman Dibaca

Poin ke-6 ini merupakan lanjutan dari poin ke-5. Setelah membuat opening dan closing yang fantastis, tugas kita selanjutnya adalah memastikan seluruh paragraf yang ditulis nyaman dibaca. Antar kalimat dan antar paragraf saling berkesinambungan dan berhubungan, runut, menggunakan bahasa yang baik, juga tidak jumping, sehingga pembaca dengan mudah dapat mencerna informasi yang kita berikan.

Bersyukur saya masih sempat mengikuti sisa webinar series tersebut dengan keadaan sehat dan tanpa halangan, sehingga bisa menikmati dan mencermati setiap pembahasan yang disampaikan. Ada banyak hal tertinggal setelah saya sempat mati suri beberapa lama, tetapi mendapatkan kembali semangat yang ditularkan baik dari pemateri, panitia, maupun dari para peserta.

Terlebih setelah memperoleh informasi mengenai IM3 Preneur, sudah tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tidak optimal merawat blog dan membiarkannya tumbuh berkembang. Dengan IM3 Preneur, akses cepat akan menjadi amunisi untuk bisa semakin produktif dalam mengisi konten blog. Semoga akan lebih banyak lagi kolaborasi lain IIDN yang akan menghadirkan program-program terbaiknya.

Kesuksesan berawal dari tindakan. Ide saja tidak cukup tanpa diikuti langkah dan kerja nyata. Niat tanpa dilakukan tidak akan menjelma menjadi sesuatu yang berguna. Sebuah tim tidak akan bekerja maksimal tanpa dukungan fasilitas yang memadai. Sedangkan blog, hanya akan menjadi ruang tak bernyawa jika tanpa ada konsistensi mengisi. Dalam pengembangannya, baik tim maupun blog diperlukan keteguhan hati agar bisa menjadi sesuatu yang berarti. Perlu usaha untuk membuatnya bisa berjaya. Dan dengan IM3 Preneur, setiap upaya akan lebih bersinar dan berkibar.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog IM3 Ooredoo X IIDN Mengoptimalkan Peluang Dunia Blogging

Share This:
Parenting

Remedial, Hal Baik atau Aib!?

“Accept the children the way we accept trees—with gratitude because they are a blessing—but do not have expectations or desires. You do not expect trees to change; you love them as they are.” 

– Isabel Allende –

“Ma, aa remedial”. Ujar si Sulung setengah bergumam. Nadanya biasa saja. Datar. Saya tanyakan mata pelajaran apa. Bahasa Indonesia ujarnya. Tidak terlalu kaget, dia rupanya sudah menduga sejak Penilaian Tengah Semester (PTS) berlangsung. Susah, ma. Aa ga paham katanya. Hari berikutnya, dia lapor lagi klo ada mata pelajaran yang harus diulang. Kali ini PPKN. Lagi-lagi tidak mengejutkan. Ketika PTS berakhir, dia mengatakan PPKN aa ga ngerti.

Kecewa? Tentu saja. Rasanya setiap orangtua selalu menginginkan anaknya memberikan nilai paripurna untuk setiap mata pelajaran. Termasuk saya. Apalagi, remedial ini baru kali pertama terjadi sejak dia masuk sekolah. Sesuatu yang baru bagi saya dan anak saya. Tapi remedial bukanlah akhir dari segalanya. Bukan aib atau hal yang memalukan. Setiap kejadian akan menjadi sebuah kebaikan jika kita menanggapinya dengan bijak.

Setelah menerima Laporan Perkembangan Siswa (LPS) saya gemas melihat nilai PPKN dan bahasa Indonesia yang memang di bawah KKM, dan terlonjak ketika melihat nilai matematika yang sempurna, dua bahasa asing dan PAI yang juga nyaris sempurna. Belum lagi dengan minatnya yang lain. Lalu apakah saya masih harus menuntut lebih darinya? Padahal saya juga tidak pernah sempurna. Nilai-nilai saya sekolah biasa-biasa saja. Orangtua saya sangat bebas. Belajar harus, tapi perkara hasil itu urusan lain. Maka itu juga yang coba saya terapkan dalam mendidik anak-anak saya.

Remedial Itu Baik

Remedial adalah perbaikan atau mengulang. Biasanya ditujukan untuk siswa yang memiliki nilai rendah atau di bawah yang diharapkan. Namun, jika kita melihat lebih luas, remedial bisa kita terapkan dalam sisi kehidupan yang lain. Remedial merupakan salah satu bentuk kegagalan yang harus disikapi dengan pikiran yang terbuka agar memperoleh hasil yang lebih baik. Bagi saya, remedial ini bagus untuk perkembangan dan  pembelajaran. Ada beberapa hal positif yang bisa kita ambil ketika kita dihadapkan dalam sebuah remedial:

  1. Ketika terpaksa harus melakukan ujian/tes ulang, mau tidak mau harus kembali mempelajari materi. Semakin sering dan semakin banyak mempelajari materi, maka akan semakin baik pemahamannya dan kemungkinan untuk memperoleh nilai lebih tinggi juga lebih besar.
  2. Mendapat kesempatan untuk mengevaluasi cara belajar yang efektif. Jika sebelumnya cukup hanya dengan membaca, karena ada remedial, harus ditambah merangkum materi misalnya, bikin games, dan lain sebagainya.
  3. Dengan remedial, bisa mengetahui kesalahan yang dilakukan sehingga bisa lebih waspada, lebih bekerja keras.
  4. Bisa lebih menghargai, baik menghargai waktu, guru, ataupun mata pelajaran. Karena tidak ada hal yang sulit jika mau belajar dengan lebih tekun.
  5. Menjadi pelajaran hidup. Bahwa dalam hidup akan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita, tetapi kita harus dapat menerimanya dengan lapang dada.
  6. Belajar bertanggungjawab, bahwa akan selalu ada konsekuensi dari setiap apa yang dilakukan. Karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil. Sedikit usahamu, jangan berharap besar hasilnya, begitu pula sebaliknya.

Cara Menyikapi Anak yang Remedial

Hal yang penting dilakukan ketika dapat laporan dari anak bahwa dia remedial adalah bersikap setenang mungkin dan tidak bereaksi berlebihan tidak menyalahkan atau menyudutkan anak sehingga membuat anak terluka. Dengarkan apa yang ingin disampaikannya sebelum kita bertanya kenapa bisa remedial. Setelah kondisi aman, baru kita lakukan beberapa evaluasi seperti berikut ini:

  1. Bertanya pada anak, kenapa bisa remedial.  Biarkan anak belajar menganalisis dan mengevaluasi apa yang sudah dialaminya. Sehingga dia tahu why nya. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mencari solusi perbaikannya seperti apa.
  2. Mendengarkan keluhannya. Baik dari sisi teknis maupun non teknis.
  3. Diskusi dengan gurunya. Sampaikan kondisinya, dan berikan masukan dan saran dengan cara yang baik jika diperlukan.
  4. Merubah pola belajar anak. Diskusikan dengan anak cara belajar seperti apa yang paling nyaman dilakukan.
  5. Menjaga kepercayaan dirinya jangan sampai meluncur bebas, dengan tetap memberi apresiasi sekecil apapun usaha anak

Setiap Anak Adalah Istimewa

Kita melihat dan mencintai anak kita tanpa syarat. Artinya, kitapun harus dapat melihat anak secara keseluruhan, lahir batin. Dan, kita tidak bisa menjadikan anak kita sepenuhnya seperti apa yang kita mau, karena mereka memiliki catatan hidupnya sendiri. Kita hanya bisa sebagai peta petunjuk arah agar mereka tidak tersesat.

Begitupun dengan kecerdasan dan kepandaian. Setiap anak memiliki kelebihannya sendiri. Ada yang pintar bawaan lahir, tanpa perlu bekerja keras belajar, cukup menyimak penjelasan guru/dosen langsung paham dan ingat sepanjang masa. Ada yang harus distimulasi terlebih dulu. Perlu review satu dua kali sebelum jelas. Ada juga yang memerlukan catatan panjang yang rapi, butuh belajar yang terus menerus, lagi dan lagi sampai bisa. Ada yang top di semua mata pelajaran akademik, ada yang menonjol di beberapa mata pelajaran saja, ada yang keren di bidang olahraga, ada yang sungguh hebat di bidang seni, ada yang luar biasa di bidang keagamaan, ada yang bikin kagum karena sikap santun dan keramahannya, dan lain sebagainya. Jika ditulis satu persatu, rasanya tidak ada anak yang tidak istimewa. Setiap darinya diberikan kekhasan tersendiri.

Yang kita tahu saja, kecerdasan itu terdiri dari beberapa macam, diantaranya:

IQ (Intelligence quotient)

IQ ini yang seringkali menjadi ukuran kepandaian seseorang, padahal ada lagi kecerdasan-kecerdasan lainnya yang tidak bisa kita anggap sebagai hal kecil.

EQ (Emotional Quotient)

Dengan EQ yang baik, seseorang akan mampu menanggapi dan mengendalikan emosi yang  hadir pada dirinya.

SQ (Spiritual Quotient)

Seseorang yang memiliki kecerdasan SQ yang baik akan bisa menerima setiap kejadian yang menimpa dirinya dengan hati yang lapang. Dapat melihat sebuah permasalahan dari sisi positif, dan memiliki keyakinan bahwa setiap kejadian akan selalu ada kebaikan yang mengikutinya.

AQ (Adversitas Quotient)

AQ merupakan kemampuan bertahan hidup. Kuat menghadapi tantangan, dan tidak pantang menyerah. Ada 3 (tiga) jenis kecerdasan AQ, yang terdiri dari Quiters,  yaitu orang yang suka lari dari masalah. Kemudian Campers, yaitu orang yang cepat merasa puas. Dan yang ketiga adalah Climbers. Orang-orang dengan tipe AQ Climbers memiliki keinginan untuk terus maju meskipun berada dalam tekanan.

TQ (Trancendental Quotient)

Kecerdasan TQ merupakan kecerdasan yang didasarkan pada agama dan kepercayaan kepada Tuhan. Dengan kecerdasan ini, orang dapat memahami hakikat tentang kehidupan di dunia dan kehidupan setelah kematian. Kecerdasan TQ bisa dilihat dari cara beribadah atau mempelajari kitab suci serta pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kelima macam kecerdasan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan, Tuhan telah memberi kesempurnaan kepada anak-anak kita sebagai makhluk yang utuh, dianugerahi akal untuk berpikir, dan diberi hati untuk merasakan. Tugas kitalah sebagai orangtua untuk mampu membentuknya sebagai manusia yang bisa bermanfaat dan dapat menebar kebaikan di muka bumi sehingga mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan setelahnya.

“I believe the children are our future. Teach them well and let them lead the way. Show them all the beauty they possess inside”

-Whitney Houston-

Share This:
Ngetrip Asyik

Dieng, Antara Keindahan Alam dan Sepenggal Cerita Nostalgia

Dieng sebagai kawasan wisata baru tertata dan terkenal beberapa tahun belakangan ini, tetapi sejak saya kecil, kata Dieng sudah akrab di telinga. Ayah saya pertama kali diangkat sebagai PNS di Wonosobo sekitar pertengahan dekade 70 hingga awal 80an. Bagi ayah, Dieng adalah kota kenangan.

Ayah dan Ibu saya seringkali bercerita tentang keindahan alam Dieng, tentang cuacanya yang dingin, tentang kentang Dieng, tentang anak gimbal Dusun Tengger, dan tentang keramahtamahan masyarakat di sana. Konon, di Dieng juga Ayah dan Ibu saya berbulan madu. Saya kecil pernah juga dibawa ke Dieng katanya, tetapi karena masih berumur 2 tahunan, saya tidak bisa menyimpannya di ingatan.

Cerita tentang cantiknya Dieng membuat saya ingin sekali berkunjung ke sana. Sudah lama sekali ingin merasakan sejuknya hawa pegunungan selain di Puncak, Jawa Barat. Wacana pun bergulir, kesempatan itu belum kunjung tiba. Ayah saya ingin, kunjungan ke Dieng tidak hanya untuk berwisata, melainkan memanjangkan silaturahmi ke tempat kos Ayah dulu. Dan saya pun setuju. Kami akan berangkat ke sana dengan anggota keluarga lengkap. Karena kami semua bekerja, menyamakan waktu libur bukanlah hal yang mudah. Dan lebih daripada itu, sebaik apapun kita berencana, jika tanpa ijin Tuhan, semua ingin tidak akan berjalan.

Namun jangan pernah anggap remeh sebuah harap. Perkataan adalah do’a, topik tentang Wonosobo dan Dieng yang sering muncul di setiap obrolan kami, seperti the power of repetition. Selalu dan selalu diulang. Pada saat yang tepat, tibalah juga kesempatan itu.

26 Desember 2015, dengan waktu sedikit yang kami punya, akhirnya kami bisa berkunjung ke desa tertinggi di Pulau Jawa itu. Kami menggunakan kendaraan pribadi dari Ciamis. Rute perjalanan Ciamis – Wonosobo menjadi sangat mudah untuk Ayah yang 30 tahun lebih menjelajah kota-kota di Jawa Tengah termasuk Wonosobo. Jadi kami tidak perlu guide untuk bisa sampai ke sana dengan nyaman.

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 11.00 siang. Waktu tempuh Ciamis – Wonosobo kurang lebih 6 jam. Melintasi satu kota dan empat kabupaten sebelum bisa sampai ke kabupaten Wonosobo. Tidak membosankan tentu saja, karena di setiap kota yang dilewati selalu ada cerita yang mengiringi.

Wonosobo, Dieng, dan Carica

Jika kebetulan musim durian, sebelum tiba di Wonosobo kita bisa mampir di Sigaluh. Ada banyak penjual durian di sana. Tinggal pilih makan di tempat atau bawa pulang. Para petani yang akan kulakan durian bisa kita jumpai di sepanjang jalan menggunakan keranjang di motornya. Mungkin saja akan dapat harga lebih murah membeli langsung dari mereka. Jika sudah dijual pelapak di pinggir jalan, harganya pun beragam, tergantung besar kecil durian dan hasil tawar menawar. Waktu itu kami dikasih harga 50 ribu untuk satu buah durian yang lumayan besar.

Menikmati durian di Sigaluh
Tempat yang khusus disediakan untuk makan durian

Tidak perlu khawatir kelaparan jika sampai Wonosobo malam hari. Karena di sepanjang Jl. Ahmad Yani banyak ditemui warung tenda yang menyediakan makanan khas Wonosobo, sebut saja mi ongklok, mi kuah khas Wonosobo yang dibuat dengan bumbu khusus yang berisi kol, potongan daun kucai, dan kuah kental yang disebut loh. Ada juga tempe kemul, yaitu tempe yang diselimuti tepung, seperti mendoan yang digoreng lebih kering, dan potongannya sekitar 3×3 cm.

Wajib dicoba juga bebek rica-rica. Olahan bebek pedas yang dipotong keci-kecil. Selain rasanya yang lezat, daging bebeknya pun empuk. Makanan lainnya sama seperti warung tenda di tempat lainnya, mulai dari pecel ayam, pecel lele, dan soto pun tersedia. Begitu kenyang, tidurpun pasti akan nyenyak dan keesokan harinya badan akan terasa bugar dan siap untuk pendakian Dieng.

Bebek rica-rica Wonosobo yang lezat

Sebagai oleh-oleh khas, manisan Carica berada di urutan pertama. Carica merupakan buah yang pohon dan daunnya mirip pohon pepaya, bahkan buahnnya pun serupa pepaya muda yang masih kecil berwarna hijau. Pohonnya banyak ditemukan di hampir semua tempat di sekitar Dieng. Sebelum menjadi tanaman budidaya, buah Carica hanya menjadi makanan tupai, tidak ada yang mengkonsumsi, sampai akhirnya ada yang melakukan terobosan mengolah carica menjadi berbagai jenis makanan lezat. Mulai dari manisan, hingga sirup. Rasanya yang asem manis, cocok dimakan di waktu siang hari nan terik. Carica bisa ditemui dengan mudah di sepanjang jalan menuju Dieng, atau di pusat oleh-oleh yang ada di depan tugu selamat datang Dieng.

Carica Dieng

Selain Carica, komoditas lainnya  yang dihasilkan dari Wonosobo adalah salak pondoh dan madu. Selain tentu saja sayur mayur.

Salak Pondoh

Kawasan Wisata Lembah Dieng

Jalanan mulai menanjak ketika kami memasuki gapura kawasan wisata Lembah Dieng. Tiba di sana, kami harus membayar retribusi sebesar 2000 rupiah per orang. Sangat terjangkau untuk menikmati mewahnya lukisan Illahi sehebat itu.

Tugu Selamat Datang Dieng

Sebelum masuk Desa Dieng, kita akan melewati Dusun Tieng yang pernah dilanda banjir bandang tahun 2011 lalu. Udara semakin terasa sejuk ketika masuk ke dataran yang lebih tinggi, jalan berkelok memberikan sensasi yang luar biasa. Sisa-sisa sunrise masih bisa kami nikmati diantara lembah berkabut.

Kabut pagi Dieng

Kawasan Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan yang memiliki beberapa objek wisata. Begitu sampai di kawasan, kita akan bertemu lagi gapura dan diharuskan membeli karcis dengan harga 8000 rupiah per orang (sudah termasuk tiket plateau theater).

Gapura Kawasan Dieng Plateau

Dieng Plateau

Tidak jauh dari gerbang masuk kawasan, kita akan melewati Telaga Warna, maju sedikit, ada belokan ke kiri dan akan menemui tanjakan yang curam. Beberapa kendaraan yang tidak kuat naik, diparkir di area yang sudah disediakan di depan pintu masuk Telaga Warna. Sementara itu jika ingin sampai Dieng Plateau Theater harus rela berjalan kaki. Tapi jika kendaraannya kuat, bisa diparkir tepat di depan Dieng Plateau Theater.

Dieng Plateau Theater

Kami tidak masuk theater, kami lebih tertarik naik ke Batu Ratapan Angin. Jalan setapak menanjak mengantar kami ke sana. Nama tempat yang unik. Batu Ratapan Angin ini terdiri dari dua buah batu yang berdiri kokoh. Hembusan angin yang menimbulkan suara berdesis seolah olah suara tangis tertahan seperti ratapan, sehingga disebutlah Batu Ratapan Angin.

Tanjakan menuju Batu Ratapan Angin

Selain dua batu yang bersebelahan, banyak juga terdapat tebing-tebing batu yang sayang jika sampai dilewatkan untuk berfoto. Ada satu tebing batu yang menjulang, di atasnya gagah berkibar bendera merah putih. Meski sudah koyak, semangat nasionalisme serasa terbakar kala menatapnya seolah menggapai awan. Begitu indah.

Siapa berani naik sampai puncak?
Berkibarlah benderaku

Untuk bisa mencapai batu-batu itu, kita akan melewati loket terlebih dulu. Satu orang harus membayar 10 ribu di sini.

Loket Batu Ratapan Angin
Pemandangan saat hari libur

Dari atas, kita bisa melihat Telaga Warna, lukisan alam yang menakjubkan. Diambil dari sisi manapun, hasil foto yang didapat akan tetap cantik. Dari Batu Ratapan Angin, kita pun bisa langsung turun ke Telaga Warna. Tapi kami tidak melakukannya. Kami memilih masuk Telaga Warna dari bawah saja.

Telaga Warna dilihat dari atas
Telaga Warna dari sisi lain
Pemandangan yang indah

Bagi penyuka flying fox, dari Batu Ratapan Angin tersedia flying fox dengan harga 30000 per orang. Tantangan yang sangat memacu adrenalin. Puas mencari view foto di tebing-tebing batu, kita bisa beristirahat di warung-warung yang sudah disediakan untuk bisa menikmati wedges potatos rasa barbeque. Kentang khas Dieng yang sangat legit. Kita bisa juga makan tempe kemul, nasi uduk, pop mie dan lain sebagainya.

Area Flying Fox
Bisa beli kudapan di sini

Mata akan kembali dimanjakan ketika kita bisa melihat Telaga Warna lebih dekat lagi. Masuk melalui loket resmi, kami membeli karcis dengan harga 7500 rupiah per orang. Kita bisa berkeliling melewati pedestrian atau turun lebih dekat lagi ke danau. Selain melihat danau yang berair tenang, telinga juga akan disuguhi lagu-lagu yang merdu, yang dibawakan oleh sekelompok pemain musik jalanan dengan menggunakan angklung dan perkusi. Meriah.

Telaga Warna dari dekat
Suka dimana? Telaga Warna telihat dari jauh atau dari dekat?
Pemain musik jalaanan di Telaga Warna

Tuk Bimo Lukar

Beberapa puluh meter dari kawasan utama dataran tinggi Dieng, kita bisa berhenti sejenak di objek wisata Tuk Bimo Lukar untuk merasakan sejuknya mata air yang diyakini sebagai mata air suci bagi masyarakat Hindu kuno Dieng.

Tuk Bimo Lukar

Tuk sendiri dalam bahasa Jawa artinya mata air. Tuk Bimo Lukar ini merupakan hulu sungai Serayu. Bisa dibayangkan ada kekuatan Maha Dahsyat dari sungai Serayu ini. Di hulunya, di Tuk Bimo Lukar, kita bisa mendapati air yang kecil saja, tetapi makin ke hilir, sungai yang mengalir hingga Cilacap ini memiliki air yang begitu melimpah.

Pancuran Tuk Bimo Lukar

Masuk objek wisata ini gratis, hanya ada kotak amal yang bisa diisi seikhlasnya. Melewati tangga-tangga menurun kurang lebih 20m, kita akan menemui 2 pancuran, yang disimbolkan menyerupai alat kelamin pria dan alat kelamin perempuan. Konon, jika kita membasuh muka dengan mata air ini akan awet muda. Kawasannya cukup terawat dan bersih. Semilir angin menghembuskan bau kemenyan dan bunga yang dipertahankan sebagai tradisi. Bunga-bunga terompet yang memayunginya menambah kesejukan dan keheningan.

Tangga menuju Tuk Bimo Lukar
Bunga Terompet di sekitar Tuk Bimo Lukar

Dieng merupakan simbol harmonisasi antara alam dengan manusianya. Tidak heran jika Dieng disebut sebagai “Negeri Kayangan”, tempat bersemayamnya para Dewa karena kemewahan alamnya. Kearifan lokal yang ada di dalamnya menjadi salah satu bukti bahwa segala kebaikan alam bisa menjadi berkah bagi manusia. Alam yang dijaga akan memberikan kebaikan dan manfaat bagi manusia. Cukuplah pembangunan sebatas memperbaiki fasilitas wisata tanpa harus merubah fungsi. Tidak menjadikan kawasan hutan, pegunungan, dan tanah pertanian menjadi hunian beton yang bisa merusak keseimbangan alam. Jangan ada longsor, banjir atau bencana lain karena tangan-tangan usil yang membuat alam tersentil. Manusia hendaklah tetap menjaga fitrahnya sebagai pemelihara bumi. Segala tradisi harus tetap menjadi ciri bahwa bangsa memiliki jati diri.

Foto: Doc. Pribadi

Share This:
Writing

Writing is healing

Menulis itu healing. Dan puisi merupakan salah satu bentuk yang bisa disampaikan. Semua rasa yang enggan dan segan diutarakan secara lisan dan verbal, bisa termajaskan lewat diksi dalam puisi. Dengan puisi juga bisa mengutarakan kemarahan dengan nada yang indah dan santun, pun menguntai cinta dengan hal yang begitu menawan hanya dengan serangkaian kata.

Alhamdulillah, setelah menunggu lebih dari satu tahun -bahkan hampir dua tahun- buku antologi puisi besutan Sekolah Perempuan (SP) @sekolahperem berbagi ini selesai juga, dan sudah bisa dipesan mulai hari ini, yeay!.

Terimakasih buat teh @hera_budiman, mentor sekaligus fasilitator yang sudah berpayah merealisasikan keinginan kami para muridnya di SP berbagi sesi Puisi, @sekolahperem yang sudah menyelenggarakan SP berbagi, komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis, dan 25 orang yang terlibat dalam penulisan buku Antologi puisi “Cinta dalam Kata” ini.

Share This:
My Work

Team – Work !

Tim yang solid dan kompak menjadi salah satu faktor keberhasilan sebuah pekerjaan.

Setiap individu yang berada dalam sebuah tim memiliki kemampuan sesuai dengan porsinya. Masing-masing punya kapasitas dalam menyelesaikan tugasnya. Sebuah tim terbentuk dari beragam latar belakang dan pengalaman. Ada yang gercep, ada juga yang santai, ada yang pendiam, ada pula yang periang.

Seperti halnya seorang anak, satu dan lainnya kadang tidak bisa diperlakukan sama walaupun berlaku SOP yang seragam untuk semua. Seumpama bangunan yang memiliki banyak tiang sebagai penyangga, maka setiap orang yang berada di dalam sebuah tim akan saling melengkapi, tidak ada istilah one man show. Tidak ada saling mengandalkan. Semua bekerja sama sehingga dihasilkan pekerjaan yang baik dan berkualitas.

Tidak bisa dipungkiri, bekerja itu melelahkan, apalagi kerja proyek yang jam kerjanya tidak menentu, bisa setiap hari, tidak ada hari libur atau tanggal merah, kadang hampir 24 jam jika sedang deadline, sangat rentan bosan dan stres. Padahal bekerja itu harus dengan rasa bahagia dan nyaman meski dalam keadaan under pressure, harus tetap santuy meski telepon berdering terus terusan. Maka, melipir piknik rame-rame seperti ini ibarat booster semangat yang hampir terjun bebas di saat saat injure time. Berbeda bukan berarti tak bisa sejalan. Karena memiliki satu tujuan, maka mission accomplished. Alhamdulillah.

Terimakasih untuk kerja kerasnya, teman-teman @hai.annnn @rikadpurnama @adhietyalf dan semua yang tidak termention karena belum saling follow IG nya. Sampai bertemu di pekerjaan berikutnya.

Share This: