Parenting

Bolehkah Laki-laki Suka Warna Pink?

Hikmah wfh & sfh beberapa bulan ini membuat saya dan anak lanang lebih banyak berdiskusi. Ada saja yang jadi bahan obrolan. Dan kebanyakan yang dibahas tentang gadget atau spek PC yang sungguh sayapun klo urusan itu pasti bertanya sama pakarnya Lana Wijaya.

Imaginasinya lagi pengen jadi YouTuber. Mamak cukup mengiyakan saja. Mau jadi apapun, asal jangan pernah tinggalin sholat, ngaji, jaga hafalan, jaga adab, lanjoootkan.

Diantara banyak pertanyaan yang saya tidak paham, ada satu yang menarik dan tergelitik untuk saya tulis di sini. Si sulung bertanya: “emang ga boleh, ya, ma, klo cowok suka warna pink?”. Nah! Lo. Hampir kaget dong. Sebetulnya sudah beberapa hari ini yang dibicarakan tentang warna pink. Mulai dari mouse, sampai set pc gaming. Dia tunjukin ke saya. Lucu, ya, ma. Iya, saya bilang. Dan memang beneran cute. Terus habis itu saya masih bertanya padanya “masa aa mau pake warna pink?”. Tapi begitu saya ditanya balik “salah ya klo cowok suka warna pink?”. Saya jadi berpikir lain. Akhirnya saya jawab “tentu saja tidak”. “Tapi kenapa warna pink selalu dihubungkan dengan perempuan?” Kejarnya. “Karena stigma yang terbentuk di masyarakat seperti itu. Klo laki-laki pakai warna pink seringnya dibilang feminin dan kayak cewek”. “Oh iya juga, ya” katanya “Jadi boleh ma, aa set warna pink”. “Boleh” dengan yakin saya bilang.

Kece kan? Sumber: https://fantechmalaysia.com

Soal warna pink. Meski seorang perempuan, saya baru belakangan saja mulai berminat pada hal-hal yang berbau pink. Sebelumnya tidak sama sekali. Bagi saya, pink terlalu feminin, dan saya merasa bukan saya banget. Saya dulu suka sekali warna biru. Apalagi melihat biru langit dan laut (kode sih ini ๐Ÿ˜). Sebelum akhirnya berlabuh ke warna coklat yang bagi saya terlihat lebih elegan dan bijaksana.

Stigma saya tentang laki-laki yang suka warna pink berakhir sejak anak laki-laki saya mulai meliriknya sebagai pilihan. Karena memang tidak ada yang salah dengan itu. Tentu saja boleh dan halal. Kesukaan terhadap warna tidak berhubungan dengan gender. Selama ini, secara tidak sadar kitalah sebagai orangtua dan masyarakat yang membentuk kecenderungan itu.

Lihat saja. Dimulai dari ketika bayi lahir, bayi perempuan akan dbelikan dan dikirimi banyak kado-kado berwarna pink, sementara bayi laki-laki berwarna biru. Dan itupun saya lakukan ๐Ÿ™ˆ. . Padahal, pada abad ke-18 lalu, warna pink dikhususkan untuk laki-laki. Karena dianggap sebagai warna yang kalem, melambangkan semangat dan aktif, mewakili sifat maskulinitas seorang lelaki. Tetapi kemudian muncul lukisan karya Henry Huntington seorang Millioner asal Amerika yang berjudul “The Blue Boy” dan “Pinky”. Maka konon, sejak saat itulah warna pink berubah menjadi identik dengan perempuan. Dan jika ada cowok yang suka apalagi pakai sesuatu yang warna pink seringkali masih jadi sesuatu hal yang seolah olah tidak diterima khalayak.

Sumber: https://www.thehuntingtonstore.org

Sementara itu, sekarang sudah banyak beredar kemeja laki-laki atau dasi bahkan smartphone atau laptop yang warnanya pink dan keren. Stigma di masyarakat rupanya mulai bergeser lagi. Sudah banyak ditemui cowok-cowok yang pede menggunakan aksesoris-aksesoris dengan warna pink.

So, cowok suka warna pink? Why not? Kece kok dan terlihat cool ๐Ÿ˜‰

Sumber: https://www.hipwee.com/

Share This: